IAIN Pekalongan Peroleh 205 Hak Kekayaan Intelektual

05 March 2019

“Sebagai rumah ilmu, IAIN Pekalongan telah memperoleh 205 sertifikat Hak Kekayaan Intelektual dalam tiga tahun terakhir ini,” papar Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pekalongan dalam rapat kerja yang dikemas dengan tajuk kegiatan Annual Meeting for Research, Community Empowerment & Scientific Publications Tahun 2019 di Hotel Surya Yudha, Banjarnegara, Jumat-Ahad (1-3/3/2019).

“LP2M merupakan organ penting yang memiliki pandat produksi ilmu-ilmu keislaman berwawasan keindonesiaan untuk kesejahteraan rakyat dan perdamaian dunia,” lanjut Maghfur pada sesi opening. Ketua LP2M ini juga mengungkap bahwa LP2M bercita-cita menjadi lembaga riset yang bereputasi, unggul, berdaya saing serta mampu berkiprah dalam memproduksi dan mempublikasikan hasil-hasil riset tentang Islam keindonesiaan.

Menurut Maghfur, LP2M adalah garda depan inovator ilmu pengetahuan melalui riset dan pada saat bersamaan dijadikan basis pembangunan dan penguatan masyarakat. Karena itu, farum annual meeting ini menjadi urgen sebagai wahana refleksi dan merancang aksi.

Di tengah-tengah dinamika dan gempuran masalah yang semakin kompleks, LP2M sudah seharusnya mampu bertahan dan menawarkan solusi ilmu pengetahuan dalam menghadapi riak-riak beragama dalam kehidupan bernegara. “Mendayung di antara dua ekstrimitas adalah jalan keilmuan yang kita lalui,” kata doktor dari UIN Yogyakarta. Dengan merujuk renstra lembaga, Maghfur menandaskan bahwa paradigma keilmuan yang kita kembangankan adalah non-dikotomi antara ilmu agama dan umum, integral, interdisipliner, merayakan keragamaan serta berbasis budaya lokal Indonesia. “prinsip inilah yang perlu dipegangi dan menjadi komitmen kita bersama dalam menyusun desain program lembaga,” pungkas Maghfur.

Kita patut mengapresiasi capaian kita. Dalam tiga tahun terakhir, LP2M telah menghasilkan 323 judul penelitian, 699 paket pengabdian masyarakat, 205 sertifikat Hak Kkekayaan Iintelektual serta 296 naskah publikasi ilmiah di jurnal akreditasi, 1.147 sitasi serta kita telah memiliki 5 jurnal akreditasi Sinta. Capaian ini adalah berkat kesungguhan, kerjasama multi pihak, komitmen bersama, serta filosofi kerja kita, “yang penting happy.”

Annual Meeting ini merupakan kegiatan tahunan lembaga yang membahas tentang evaluasi kegiatan yang telah dilakukan, rencana kegiatan dan anggaran untuk setahun yang akan datang, serta rencana pengajuan kegiatan untuk tahun berikutnya, terkait dengan bidang penelitian, pengabdian masyarakat, dan publikasi ilmiah. Hasil kegiatan sendiri akan digunakan sebagai bahan yang akan disampaikan secara menyeluruh pada Rapat Kerja Institut di IAIN Pekalongan. Acara ini Rektor, Ketua LP2M, Kepala Pusat Penelitian, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, Kassubag, dan seluruh staf serta utusan dosen di lingkungan IAIN.

“Agenda kegiatan tahunan ini akan dibahas berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan pada tahun 2018 lalu, dan seperti apa capaiannya. Saya menginginkan ketika pertemuan seperti ini, kita coba untuk menyampaikan capaian kegiatan dan anggaran di tahun yang telah berjalan”, kata Edy selaku kasubbag. Edy menambahkan, di samping menyampaikan apa yang sudah dilakukan, di termin tertentu akan dilakukan monitoring dan evaluasi oleh Satuan Penjamin Internal (SPI) di tingkat Institut yang mengevaluasi rencana kegiatan dan anggaran secara berkala untuk menjamin bahwa apa yang direncanakan dan anggaran yang disusun dapat dilaksanakan sebagai mestinya serta pertanggungjawaban keuangannya sesuai dengan sistemnya.

"Pada tahun 2019 ini, diharapkan kita akan mampu merencanakan rencana kegiatan dan menyusun anggaran secara professional, maksimum, dan dapat meningkatkan kapasitas kita di LP2M, serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan juga dapat meningkatkan ketersediaan dan kemutakhiran terhadap sarana dan prasarana yang ada di LP2M”, tutupnya.

Annual Meeting ini menghasilkan program aksi-aksi untuk menumbungkan budaya riset dan akademis, baik bidang penelitian, pengabdian masyarakat, dan publikasi ilmiah. Di antara kegiatan penelitian yang direncanakan, yaitu seminar proposal penelitian, seminar laporan antara, dan seminar hasil penelitian. Kegiatan pengabdian masyarakat yang direncanakan, yaitu pemberdayaan masyarakat berbasis prodi bagi dosen, Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis prodi bagi mahasiswa, seminar penyusunan jadwal imsakiyah, serta seminar proposal dan hasil desa binaan berbasis prodi bagi dosen. Kegiatan publikasi ilmiah yang direncanakan antara lain seminar penulisan jurnal dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) karya dosen. Sedangkan kegiatan bidang gender adalah penguatan analisis responsif gender, workshop metodologi riset berbasis gender serta academic writing. (Irs`86).

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…