Dosen IAIN Pekalongan Presentasikan Kurikulum Madrasah ke Filipina

12 April 2019

Pekalongan - Sebagai tindak lanjut dari kerja sama luar negeri antara IAIN Pekalongan dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Indonesia di Manila, Filipina, IAIN Pekalongan memberikan presentasi tentang pendidikan madrasah dalam seminar dua hari bertema Seminar on Madaris Curriculum pada 5-6 April 2019 di Mindanao State University (MSU), General Santos City, Filipina.

Seminar dibuka langsung oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Indonesia di Manila, Dr. Lili Nurlaili, M. Ed. dan dihadiri oleh Dr. Anshari P. Ali selaku Chancellor dari MSU dan Prof. Dr. Mohalidin M. Tuya selaku Ketua Department of Islamic Studies. Dalam sambutannya, Dr. Lili menyampaikan bahwa seminar ini dimaksudkan untuk mengenalkan kurikulum pendidikan Islam di Indonesia kepada madrasah-madrasah di Filipina, khususnya Mindanao.

Dalam seminar tersebut, IAIN Pekalongan menugaskan dua dosen untuk bertindak sebagai pembicara, yaitu Nur Kholis, M.A. dan Muhammad Jauhari Sofi, M.A. Seminar diikuti oleh 40 orang peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti dosen, pakar pendidikan dan guru-guru madrasah dari Kota General Santos dan kota-kota sekitar.

Di hari pertama, pembicara mengetengahkan tema dinamika dan kurikulum pendidikan madrasah di Indonesia. Tema ini mengulas tentang kurikulum pendidikan madrasah dan implementasinya sejak awal kemunculannya hingga perkembangannya saat ini. Sementara di hari kedua, pembicara memfokuskan pada strategi pembelajaran dan bentuk-bentuk penilaian dalam kurikulum madrasah di Indonesia.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias dalam menyampaikan pertanyaan dan merefleksikan kondisi pendidikan madrasah di tempat masing-masing. Menurut Dr. Isnira A. Baginda selaku koordinator seminar sekaligus peserta, ketiadaan lembaga sejenis pesantren dan kurangnya dukungan dari pemerintah menjadi tantangan tersendiri bagi perkembangan madrasah-madrasah di Filipina.

Tidak seperti di Indonesia, dikotomi antara materi agama dan materi umum dalam sistem pendidikan di Filipina terlihat cukup jelas. Ilmu keagamaan (Islam) dipelajari di madrasah, sementara ilmu umum diperoleh di sekolah umum. Dalam hal ini, sekolah umum tidak memasukkan bahasa Arab dan kajian keislaman dalam kurikulum pendidikan, sebagaimana madrasah tidak mengikuti kurikulum pendidikan di Filipina.

Namun demikian, pendidikan madrasah di Filipina mulai bergerak ke arah yang lebih baik melalui proses belajar dan tukar pengalaman dari negara-negara tetangga, seperti Indonesia. Meskipun Indonesia dan Filipina memiliki latar belakang sejarah yang berbeda, pendidikan madrasah di Indonesia dinilai dapat digunakan sebagai salah satu rujukan dalam menata ulang kurikulum madrasah di Filipina di masa mendatang.

Para pembicara dan peserta seminar juga diajak untuk mengunjungi salah satu madrasah di Kota General Santos guna melihat langsung aktifitas pendidikan madrasah.

Kegiatan seminar diakhiri dengan penyerahan cendera mata dari Atdikbud dan IAIN Pekalongan kepada MSU, General Santos City, serta penandatanganan MoU. Dalam closing remark di penutupan, Dr. Anshari P. Ali selaku chancellor menuturkan bahwa MSU berkomitmen akan melakukan kerja sama dan mengharap dukungan dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia, termasuk IAIN Pekalongan, untuk mengembangkan kajian-kajian keislaman secara umum, dan pendidikan Islam secara khusus.

Sebelumnya, pada 17 Januari 2019, IAIN Pekalongan juga telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan 4 Perguruan Tinggi di Filipina, yaitu Lyceum of the Philippines University (LPU), Systems Plus College Foundation, Tarlac Agricultural University dan Imus Institute of Science and Technology, serta sebuah Islamic College di Manila.

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…