Gelar FGD, Perpustakaan IAIN Pekalongan Siap Akreditasi

Perpustakaan IAIN Pekalongan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema self assessment persiapan akreditasi perpustakaan IAIN Pekalongan. Acara FGD dilaksanakan di Hotel Dafam Pekalongan, Kamis (15/8). Kegiatan ini, disamping diikuti oleh staf perpustakaan IAIN Pekalongan, juga dihadiri tim dari Lembaga Penjaminan mutu, UTIPD, bagian perencanaan dan keungan IAIN Pekalongan.

Tujuan FGD ini adalah untuk penguatan persiapan akreditasi Perpustakaan IAIN Pekalongan tahun 2020-2021. Akreditasi Perpustakaan harus dilaksanakan karena untuk meningkatkan dan menjaga kualitas mutu perpustakaan, sesuai dengan Standar Perpustakaan Perguruan Tinggi yang dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional.

Narasumber pada acara ini Mufid, S.Ag, S.S, M.Hum,  Pustakawan Madya UIN Maliki Malang dan Dr. H. Muhlisin, M.Ag, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Pekalongan,. Menurut Dr. Muhlisin, M.Ag, akreditasi Perpustakaan merupakan sebuah keharusan bagi setiap perpustakaan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Akreditasi Perpustakaan adalah “Harga Mati”, karena untuk memberikan kepastian kepada civitas akademika IAIN Pekalongan bahwa perpustakaan kita itu legal. Legal dalam hal ini, bukan hanya dari segi organisasi tata kelolanya saja, tapi juga dalam hal pengakuan publik dari perpustakaan Nasional khususnya dan masyarakat pada umumnya. Beliau mengharapkan Perpustakaan IAIN Pekalongan bisa menjadi destinasi yang wajib dikunjungi oleh berbagai jenis perpustakaan di Pekalongan dan sekitarnya.

Mufid, S. Ag., SS., M. Hum sebagai narasumber utama dalam FGD ini menekankan bahwa paling tidak ada 4 lembaga yang diuntungkan dalam akreditasi perpustakaan ini yakni, pertama perpustakaan itu sendiri, lembaga-lembaga di lingkunagn IAIN Pekalongan, pemerintah dan masyarakat. Beliau juga menjelaskan bahwa untuk melihat mutu perpustakaan terdapat enam komponen yang wajib diimplementasikan di perpustakaan, yaitu 1) koleksi baik kualitas dan kuantitas, 2) sarana dan prasarana yang memadai, 3) Pelayanan yang humanis, nyaman dan menyenangkan, 4) sumber daya manusia perpustakaan yang berkualitas dan terpenuhi kuantitasnya, 5) penyelenggaraan dan pengelolaan, dan 6) komponen penguat seperti inovasi dan kreativitas perpustakaan dalam memberi pelayanan kepada pemustakanya. Perpustakaan IAIN Pekalongan, menurut pandangan narasumber, sudah layak untuk diakreditasi, tetapi tetap ada beberapa bagian dari masing-masing komponen yang perlu ditingkatkan lagi baik kuantitas maupun kualitasnya agar bisa menjadi Perpustakaan Perguruan Tinggi dengan predikat akreditasi “A”.

Alhamdulillah, kemarin perpustakaan IAIN Pekalongan berkesempatan melakukan FGD untuk melakukan evaluasi diri dalam rangka persiapan akreditasi yang insyaallah mau diajukan di tahun 2020. Kami menghadirkan Pak Mufid, sebagai penilai evadiri kami dari luar. Kami sangat mengapreasi Pak Mufid, walaupun sebenarnya agenda kami hanya sehari, tetapi beliau berkenan memberi arahan dan masukan untuk menyelaraskan persamaan persepsi dari tim perpustakaan kami terhadap bahasa borang, sehari sebelumnya, sehingga memudahkan kami untuk menarasikan. Awal dari kegiatan ini, sebenarnya kami hanya akan melakukan sharing saja, mengenai kira2 yang harus kami siapkan ketika kami akan melakukan akreditasi, tetapi ternyata, dari data evadiri yang kami kirim ke Pak Mufid, sudah keluar analisis dari masing-2 komponen baik yang sudah sesuai maupun belum, disertai solusi yang mungkin bisa kami lakukan, juga rekomendasi. Dan dari hasil diskusi awal sehari sebelumnya, FGD jangan hanya menghasilkan notulensi, tetapi juga produk, Hal ini, memberi suntikan semangat pada kami, untuk langsung membuat rencana borang yang akan diajukan untuk akreditasi sesuai dengan masukan beliau. FGD ini, kami juga mengundang dari unsur pimpinan, LPM, UPTID, perencanaan dan keuangan, yang sekiranya nanti sebagai pendukung dan mitra dalam pelaksanaan akreditasi. Dari LPM juga banyak terbantu dari pemaparan Pak Mufid, karena mereka masih awam tentang akreditasi perpustakaan. Karena keterbatasan waktu, tidak semua bisa kami selesaikan dalam sehari kemarin, kedepan paling kami masih akan merepotkan Pak Mufid lagi, lewat sharing WA atau lainnya. Dan terimakasih juga karena Pak Mufid, sudah sempat bincang-bincang dengan pimpinan PT kami. Intinya untuk akreditasi, kami harus menjadi tim yang solid, menetapkan tujuan yang akan diraih, memetakan segala sesuatu yang harus disiapkan untuk akred, dan adanya solusi dari permasalahan yang ada. Terima kasih Pak Mufid, untuk 2 hari bersama kami yang sangat berharga._(Perpus)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…