Sambut Tahun Akademik Baru, IAIN Pekalongan Gelar Studium General

27 August 2019

IAIN Pekalongan menyelenggarakan studium general (kuliah umum) yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru pada Senin (26/08/19) dalam rangka menyambut perkuliahan semester gasal tahun akademik (TA) 2019/2020. Dibingkai dalam nuansa IAIN Pekalongan bersholawat, studium general ini diawali dengan pembacaan maulid simtudduror, khatmil Qur’an, dan tahlil oleh dosen, pegawai, dan mahasiswa baru.

Kegiatan yang dihelat di halaman Kampus II IAIN Pekalongan, Rowolaku-Kajen, ini mengusung tema “Meneguhkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam sebagai Pusat Moderasi Islam di Era Revolusi Industri 4.0”. Studium general kali ini dihadiri oleh KH. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) sebagai narasumber utama, Bupati Pekalongan, perwakilan dari Polres dan Dandim 0710 Pekalongan, Kepala Kantor Kemenag Pekalongan, Pemalang, dan Batang, Forkopimda, serta mitra kerja IAIN Pekalongan lainnya.

Sambutan pertama disampaikan oleh H. Asip Kholbihi, S.H., M.Si., Bupati Pekalongan. Beliau memberikan motivasi kepada para mahasiswa baru IAIN Pekalongan sebagai calon generasi penerus bangsa untuk belajar dengan sungguh-sungguh. “Mahasiswa diharapkan untuk berkonsultasi dengan para dosen agar bisa menimba ilmu dengan nyaman,” imbaunya. Bupati juga mohon didoakan agar peringatan HUT ke-397 Kabupaten Pekalongan dapat berjalan dengan sukses.

Selanjutnya, Dr. H. Muhlisin, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, menyampaikan bahwa studium general merupakan tradisi akademik yang rutin diadakan oleh IAIN Pekalongan. Selain itu, beliau juga menyebutkan sejumlah 2.606 mahasiswa baru melakukan registrasi yang tersebar dari 12 provinsi. Pada tahun akademik ini, “IAIN Pekalongan menerima 2 (dua) mahasiswa baru dari Filipina,” papar Dr. H. Muhlisin, M.Ag.

Acara dibuka secara resmi oleh Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag., Rektor IAIN Pekalongan. Beliau bersyukur Gus Muwafiq dapat hadir pada acara studium general ini. “Semoga menjadi berkah bagi sivitas akademika IAIN Pekalongan, khususnya mahasiswa baru dalam menjalani perkuliahan,” doanya. Rektor juga mempromosikan IAIN Pekalongan sebagai kampus yang menanamkan prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin. Lebih lanjut, beliau mendorong para mahasiswa baru untuk memperkuat aspek spiritualitas, intelektualitas, kewirausahaan, dan keindonesiaan, yang sejalan dengan tagline IAIN Pekalongan. “Masih ada satu cita-cita membangun masjid besar IAIN Pekalongan yang dapat menampung 3.000 sampai dengan 4.000 jamaah,” pungkas Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. terkait rencana peletakan batu pertama pada awal 2020.

Pada kesempatan ini, IAIN Pekalongan memberi penghargaan kepada lima SMA/MA/SMK karena telah menyumbangkan mahasiswa terbanyak yang melakukan registrasi ke IAIN Pekalongan, yaitu: MAN 1 Kota Pekalongan, MAS Simbang Kulon, MAN Pemalang, SMK Syafi’i Akrom, dan SMAN 1 Comal, Pemalang. Selain itu, beasiswa Bidikmisi diberikan kepada empat mahasiswa secara simbolis yang mewakili empat fakultas di IAIN Pekalongan.

Dalam acara inti studium general semester gasal TA 2019/2020 ini, KH. Ahmad Muwafiq memberikan gambaran tentang apa yang diperlukan dalam Era Revolusi Industri 4.0. Dalam perspektif beliau, era milenial adalah era keterbukaan yang mengharuskan kita untuk semakin bersikap terbuka dalam melihat keragaman. Gus Muwafiq juga menjelaskan bahwa tujuan inti dari penciptaan manusia yang terdiri dari beragam suku, bangsa, ras, dan agama ialah lita’arafuu. Hal ini menunjukkan bahwa manusia tidak hanya memerlukan sikap saling mengenal, tetapi juga sikap saling pengertian. Dengan demikian, kunci keharmonisan peradaban manusia di era milenial ini dapat direalisasikan. _(Humas)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…