Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah, TBIG IAN Pekalongan Ajak Guru untuk Meneliti

03 September 2019

Jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBIG), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), IAIN Pekalongan, menggelar Pelatihan Metodologi Penelitian Bahasa di Hotel Horison Pekalongan, baru-baru ini.

Pelatihan ini diikuti oleh dosen bahasa inggris di lingkungan IAIN Pekalongan dan guru bahasa inggris dari SMP/MTs dan SMA/MAN yang tergabung di MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Pekalongan. Menjadi narasumber adalah Junjun Muhammad Ramdani, M.Pd. dosen Universitas Siliwangi dan Elih Sutisna Yanto, M.Pd. dosen Universitas Singaperbangsa Karawang.

Dalam pelatihan ini narasumber menyampaikan materi tentang dua jenis penelitian yaitu kualitatif dan kuantitatif yang dapat digunakan dalam penelitian bahasa. Kedua jenis penelitian ini memiliki karakteristik yang berbeda dan masing-masing membutuhkan perlakuan  dan pendekatan khusus.

“Para dosen, guru, atau mahasiswa biasanya takut ketika akan melakukan penelitian kuantitatif, karena akan berhubungan dengan angka dan rumus statistik. Padahal jika sudah mengetahui tekniknya, penelitian kuantitatif ini mudah. Untuk urusan menghitung, tinggal gunakan alat hitung atau aplikasi,” tutur Elih.

Menurut Junjun, penelitian kualitatif dan kuantitatif perbedaannya terletak pada jenis data dan tujuan penelitian.

“Penelitian kuantitatif menggunakan data berupa variabel-variabel, sedangkan kualitatif data berupa fenomena sosial di lapangan. Penelitian kuantitatif biasanya digunakan untuk menguji sebuahteori, sedangkan penelitian kualitatif berusaha melihat bagaimana sebuah teori digunakan di lapangan,” papar Junjun.

Terlepas dari perbedaan tersebut, ada beberapa hal yang harus disiapkan ketika kita akan meneliti. Salah satunya adalah kemampuan navigasi informasi.

“Sebelum menentukan tema, apalagi judul, pastikan kita sudah membaca artikel-artikel yang sudah ada sebelumnya. Kita tinggal cari di database-database online. Di sana kita bisa melihat tema-tema yang sedang hangat dibicarakan di forum akademis di seluruh dunia. Pastikan tema yang akan kita  teliti tidak outdated atau basi,” tambah Junjun.

Menurut ketua jurusan Tadris Bahasa Inggris Dewi Puspitasari, M.Pd. selaku penanggung jawab kegiatan, penelitian merupakan salah bentuk tanggung jawab keilmuan para guru dan dosen.

“Sebagai dosen, meneliti adalah satu dari tiga Tri Dharma perguruan tinggi yang harus dilaksanakan oleh dosen selain mengajar dan melaksanakan pengabdian masyarakat. Begitu juga dengan guru yang saat ini juga dituntut untuk meneliti sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah,” terang Dewi.

Di samping sebagai upaya peningkatan keilmuan, kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka memperkuat hubungan antara IAIN Pekalongan dan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), khususnya jurusan Tadris Bahasa Inggris, sebagai insitusi penyelenggara pendidikan keguruan dengan sekolah-sekolah di wilayah Pekalongan. Ke depannya diharapkan dapat terjalin kerjasama dan kolaborasi yang baik antara perguruan tinggi keguruan dengan sekolah sebagai calon pengguna lulusan._(TBIG)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…