IAIN Pekalongan Gelar Bedah Buku Dialog Islam-Barat

13 September 2019

Kamis, 12 September 2019 IAIN Pekalongan menggelar acara bedah buku Mendakwahkan Smiling Islam: Dialog Kemanusiaan Islam dan Barat di Hotel Horison, Pekalongan. Acara bedah buku karya Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, M.A. Ph.D. ini dihadiri oleh pimpinan kampus, dosen-dosen muda di lingkungan IAIN Pekalongan dan sejumlah tamu undangan.

Buku jenis otobiografi ini memaparkan perjalanan intelektual penulis sejak di bangku pesantren, di masa kuliah S2 dan S3 di Amerika Serikat, hingga menjadi akademisi di Indonesia. Dalam perjalanan tersebut, penulis secara tekun menyebarkan wacana Islam moderat ke Dunia Barat, khususnya Amerika Serikat, melalui tulisan dan presentasi akademik di berbagai kesempatan. Kebanyakan tulisan dan presentasi akademik tersebut dimaksudkan untuk meluruskan stereotype yang keliru tentang Islam dan Barat.

Dalam presentasinya, Prof. Dur, begitu ia biasa disapa, menjelaskan bahwa hubungan antara Islam dan Barat lebih sering digambarkan oleh media dan banyak pengamat dengan hubungan yang kurang harmonis. Keduanya dianggap memiliki perbedaan yang cukup mendasar sehingga sulit dipertemukan. Bahkan, Samuel Huntington secara khusus menyoroti persinggungan antara peradaban Islam vis a vis peradaban Barat sebagai salah satu benturan terbesar di dunia, sebagaimana dalam Clash of Civilization.

Tesis Huntington di atas sontak menimbulkan banyak perdebatan di kalangan akademisi, termasuk Abdurrahman Mas’ud. Guru Besar dalam Ilmu Sejarah dan Kebudayaan Islam ini menolak overgeneralization yang dilakukan oleh Huntington. Menurutnya, ada banyak titik temu yang bisa dipakai untuk mendialogkan Islam dan Barat. Ia juga mengajak umat Islam untuk bisa melihat kembali jalan hidup Nabi Muhammad yang selalu damai dan mendamaikan.

Sementara itu, bertindak sebagai pembanding adalah Rektor IAIN Pekalongan Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. Dalam paparannya, Dr. Ade menyampaikan bahwa watak asli Islam adalah smiling (ramah), dan, oleh karenanya, mendakwahkan the smiling Islam adalah kewajiban setiap umat Islam. Ia juga menjelaskan bahwa kebenaran pada dasarnya bisa datang dari mana saja, baik dari Timur (Islam) ataupun Barat, sehingga dialog antar keduanya perlu terus diupayakan.

Di akhir diskusi bedah buku, Dr. H. Muhlisin, M.Ag. selaku moderator acara sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik juga mengingatkan peserta diskusi tentang pentingnya menampilkan wajah Islam moderat, terutama di dunia pendidikan. Menurutnya, mengajar adalah cara yang sangat efektif untuk mendakwahkan moderatisme dan menangkal radikalisme. Para pengajar atau pendidik juga turut bertanggung jawab perihal citra Islam pada saat ini dan di masa mendatang, terangnya.

Selama acara berlangsung, para peserta terlihat cukup antusias dalam menyampaikan pertanyaan dan tanggapan. Bedah buku Mendakwahkan Smiling Islam: Dialog Kemanusiaan Islam dan Barat ini diakhiri dengan penyerahan cindera mata dari IAIN Pekalongan, ramah tamah, dan foto bersama dengan peserta._(Humas Bagian Umum)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…