Gagalkan Pencurian, Petugas Keamanan Kampus Menjadi Korban

20 September 2019

Petugas Keamanan IAIN Pekalongan di kampus Kajen pada hari Kamis (19/09/2019) telah berhasil menggagalkan pencurian helm yang akhir-akhir ini meresahkan banyak warga kampus II Rowolaku Kajen, terutama mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) yang sering kehilangan helm bermerk dengan harga yang cukup mahal.

Kronologi tertangkapnya pencuri helm di IAIN Pekalongan kampus Kajen berawal dari informasi petugas keamanan IAIN Pekalongan di kampus I Jl. Kusumabangsa No. 9 Kel. Panjang Kota Pekalongan, bahwa seorang pencuri helm yang wajah dan plat motornya tertangkap kamera CCTV di sekitar kampus beberapa bulan yang lalu. Pelaku dengan ciri-ciri wajah dan plat motor yang sama ternyata kembali terlihat oleh sejumlah petugas keamanan IAIN Pekalongan yang berjaga di sekitar kampus II Rowolaku Kajen.

Berawal dari kecurigaan melihat seseorang dengan wajah dan plat motor yang sama dengan pelaku pencurian di kampus I, petugas kemanan akhirnya secara diam-diam membuntuti orang tersebut yang bergerak menuju area parkir mahasiswa sebelah utara gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menggunakan sepeda motornya. Setibanya di area parkir, orang yang diduga kuat tersebut memperlihatkan gerak-geriknya yang mencurigakan bahkan terlihat akan mengambil salah satu helm milik mahasiswa, namun merasa gerak-geriknya dipantau oleh sejumlah petugas keamanan yang berjaga di lokasi, orang yang diduga kuat kuat pelaku pencurian helm tersebut dengan segera meninggalkan area parkir dan keluar kampus menuju arah utara.

Petugas keamanan kampus yang menjadi korban

Pada saat itu juga, dua orang petugas keamanan IAIN Pekalongan (Bapak Afi Haryadi dan Bapak Haryanto) mengejar motor pelaku yang diduga kuat tersebut dengan maksud menghentikan untuk konfirmasi lebih lanjut. Setibanya di depan SMAN 1 Kajen, motor petugas sengaja menghadang motor orang yang diduga kuat pelaku pencurian tersebut, namun tidak dihiraukannya bahkan berusaha menerabas dengan menendang motor petugas keamanan sampai keduanya terjatuh dan salah satunya terluka cukup parah. Begitu akan melarikan diri, salah satu petugas keamanan lainnya berhasil bangun dan menarik tas orang yang diduga kuat pelaku hingga akhirnya terjatuh dan pelaku pun berhasil ditangkap di depan kerumunan warga yang ada di sekitar lokasi. Akibat perlawanan pelaku, Bapak Afi Haryadi robek di bagian perut, sementara Bapak Haryanto luka di bagian kaki. Kedua petugas tersebut saat ini sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan.

Setelah dibawa oleh petugas keamanan ke area kampus II dan mengorek keterangan dari orang yang diduga kuat pelaku pencurian helm, ternyata memang benar adanya bahwa selama ini yang telah melakukan pencurian helm di sekitar IAIN Pekalongan kampus Kajen adalah dirinya. Ia mengakui bahwa dirinya telah mengambil enam buah helm bermerk milik mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dalam kurun waktu antara Agustus-September 2019 dengan cara menelusup ke area gedung FEBI seolah-olah menjadi mahasiswa dan berbaur dengan mahasiswa lainnya sambil mengawasi lengahnya petugas keamanan yang sedang berjaga, sehingga ketika ada kesempatan diambillah helm bermerk milik mahasiswa tanpa ada yang mengetahui aksinya. Selain itu, ia pun mengakui bahwa pelaku pencurian helm yang ada dalam rekaman CCTV di kampus I adalah dirinya. Sehingga total jumlah pencurian yang telah dia lakukan di area kampus IAIN Pekalongan adalah tujuh kali, begitu penuturan Bapak Heri Mustika selaku Komandan Regu Petugas Keamanan IAIN Pekalongan kampus II (Rowolaku Kajen).

Berdasarkan bukti-bukti rekaman CCTV dan pengakuan pelaku, maka petugas keamanan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kajen Kab. Pekalongan. Sembari menunggu kedatangan dari pihak yang berwajib, pelaku pencurian tersebut diborgol pada tiang bendera agar tidak melakukan perlawanan serupa dan membahayakan petugas. Upaya tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan efek jera, sekaligus agar pelaku melakukan sikap hormat kepada bendera merah putih di tengah teriknya matahari, namun pelaku hanya tertunduk malu di tengah kerumunan mahasiswa.

Kami menyayangkan beredarnya video tanpa disertai pemberitaan yang seimbang sesuai kaidah jurnalistik sehingga memunculkan berbagai macam persepsi yang kurang baik terhadap citra kampus IAIN Pekalongan di tengah masyarakat. Padahal semua itu tidak lain hanyalah pengamanan sementara menunggu kedatangan pihak yang berwajib dan juga untuk memberikan efek jera kepada pelaku yang telah berulang kali melakukan aksi pencurian helm milik mahasiswa dan juga agar ikut merasakan betapa berat perjuangan petugas keamanan IAIN Pekalongan terlebih di tengah teriknya matahari dalam memberikan keamanan dan kenyamanan kepada semua warga kampus.

Semoga semua ini menjadi bahan pelajaran bagi kita semua untuk tidak melakukan tindakan yang tidak hanya dapat merugikan orang lain akan tetapi juga merugikan diri sendiri._(Humas Bagian Umum).

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…