IAIN Pekalongan Gelar Sosialisasi Regulasi Pendidikan Tinggi Bagi Dosen Tidak Tetap

08 October 2019

Senin, 7 Oktober 2019 IAIN Pekalongan menggelar kegiatan sosialisasi regulasi pendidikan tinggi serta registrasi Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) dan Nomor Urut Pendidik (NUP) bagi Dosen Tidak Tetap (DTT) di lingkungan IAIN Pekalongan. Kegiatan yang bertempat di Auditorium ini dihadiri oleh ± 150 DTT dari empat fakultas yang ada di IAIN Pekalongan. Kegiatan sosialisasi ini dimulai pada pukul 13:30 WIB yang dibuka oleh Kabag Umum, Bapak Saiful Anam, S.Ag., M.A.

Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Biro AUAK yang mewakili Rektor IAIN Pekalongan. Dalam sambutannya, Kepala Biro AUAK, Bapak Dr. H. Syaifuddin Zuhri, M.Si menuturkan betapa pentingnya peran DTT dalam memberikan dukungan akademik berupa kelancaran dalam proses belajar mengajar. Hal ini dikarenakan rasio yang kurang berimbang antara jumlah dosen dengan mahasiswa yang mencapai 11.000 orang. Idealnya rasio perbandingan dosen dengan mahasiswa 1:30, namun di IAIN Pekalongan masih 1:60. Oleh karena itu, Kepala Biro AUAK menjelaskan bahwa pengurusan NIDK dan NUP bagi DTT sangat dibutuhkan agar transaksi akademik diakui secara resmi dalam Pangkalan Data Kemenristekdikti (PD Dikti), sekaligus melengkapi data kepegawaian yang dikelola oleh Bagian Umum IAIN Pekalongan, pungkasnya.

Pemaparan materi disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Bapak Dr. H. Muhlisin, M.Ag. Dalam paparannya, beliau menyampaikan regulasi terkait keberadaan dan eksistensi DTT terdapat dalam UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dimana pasal 48 menjelaskan bahwa status dosen terdiri atas dosen tetap dan dosen tidak tetap. UU ini dikuatkan oleh Peraturan Menteri Agama Nomor 2 tahun 2017 tentang Statuta IAIN Pekalongan, dimana pada pasal 63 dijelaskan bahwa dosen terdiri dari tiga jenis yaitu Dosen Tetap PNS, Dosen Tetap Non PNS dan Dosen Tidak Tetap. Eksistensi DTT diperkuat lagi dengan Permenristekdikti Nomor 2 tahun 2016 sebagai perubahan dari Permenristekdikti Nomor 26 tahun 2015 tentang Registrasi Pendidik pada Perguruan Tinggi. Permenristekdikti ini memberikan ruang kepada DTT untuk mendapatkan NUP melalui registrasi di masing-masing instansi perguruan tinggi tempat DTT mengajar. Lebih lanjut Gus Muh (sapaan Dr. H. Muhlisin, M.Ag) menjelaskan bahwa NUP dapat diberikan kepada dosen, instruktur, dan tutor yang tidak memenuhi syarat mendapatkan NIDN dan NIDK serta tidak dibatasi usia. Oleh karena itu Gus Muh menekankan betapa pentingnya registrasi NUP bagi DTT sebagai pendataan dan pengakuan secara administratif, sehingga kedepan semua DTT memiliki NUP, Imbuhnya.

Tata cara mengenai pendaftaran NIDK dan NUP disampaikan oleh Syamsul Arifin, S.Kom. Secara detail, beliau menjelaskan mengenai syarat-syarat administratif pengajuan NIDK dan NUP yang dilakukan secara online. Terdapat 15 jenis dokumen yang harus disajikan oleh DTT guna registrasi NIDK, sementara untuk NUP terdapat 13 jenis dokumen. Persyaratan administrasi tersebut dapat diunduh melalui http://iainpekalongan.ac.id/pddikti dan untuk registrasi juga telah disediakan google form guna pengisian data dan dokumen pendukung. Selanjutnya, setelah data diverifikasi maka diteruskan ke Kemenristekdikti melalui https://pddikti.ristekdikti.go.id, tuturnya._(Humas_Bagian Umum)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…