LPM IAIN Pekalongan Gelar Pelatihan Penyusunan Borang APS 9 Kriteria

18 October 2019

Dalam rangka meningkatkan pemahaman para Kajur dan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terhadap penyusunan borang akreditasi versi 4.0, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Pekalongan menyelenggarakan pelatihan penyusunan borang Akreditasi Program Studi (APS) 9 Kriteria.

Acara yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Pekalongan pada Senin-Selasa, 14-15 Oktober 2019 tersebut diikuti oleh pimpinan mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Dekan, para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, para Gugus Kendali Mutu (GKM) fakultas, Kepala Unit dan Ketua Lembaga, Direktur Pascasarjana. Acara tersebut juga diikuti oleh peserta dari UIN Walisongo Semarang, IAIN Kudus dan IAIN Purwokerto.

Dalam sambutannya, Amat Zuhri, M. Ag., selaku Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Pekalongan menyampaikan bahwa maksud diadakannya kegiatan ini bukan sekedar untuk mengetahui cara mengisi Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dalam versi 4.0 (9 kriteria), namun lebih dari itu, yaitu agar para pengelola fakultas dan prodi mampu mengelola masing-masing fakultas dan prodi sesuai standar nasional dengan mengacu butir-butir yang ada di dalam LKPS 9 kriteria. Amat Zuhri juga menyampaikan bahwa Rektor dan para Wakil Rektor sengaja diundang sebagai peserta dalam pelatihan ini meskipun para pucuk pimpinan tersebut tidak akan terlibat secara langsung dalam penyusunan LKPS 9 Kriteria. Tujuan diundangnya para pimpinan sebagai peserta pelatihan tersebut adalah agar mereka memahami apa yang dibutuhkan oleh fakultas dan program studi dalam rangka mencapai predikat prodi yang unggul sebagaimana yang dicita-citakan bersama sesuai dengan visi-misi IAIN Pekalongan. Dengan demikian, diharapkan nantinya kebijakan-kebijakan pimpinan, baik dalam bidang akademik, keuangan maupun manajemen keorganisasian, akan selalu mengarah menuju predikat unggul. Dalam kesempatan ini, Amat Zuhri juga menyampaikan bahwa Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) versi 9 kriteria ini juga berbasis outcome bukan output seperti pada IAPS versi 7 standar. Dengan demikian luaran dari kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen harus nyata kontribusinya bagi kehidupan praksis (masyarakat) maupun dari aspek akademis pengembangan keilmuan. Dengan pemahaman tentang borang 9 kriteria ini kita juga dituntut untuk senantiasa berkerja keras mengembangkan kualitas program studi sebagai ujung tombak pelaksana pengajaran dan pendidikan agar dapat memenuhi predikat Unggul.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor IAIN Pekalongan, Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. Menurut Rektor, banyak hal yang harus disiapkan oleh IAIN Pekalongan karena kita semua memiliki tantangan sehingga memerlukan persiapan anggaran keuangan dan infrastruktur yang baik pula. Prioritas agenda besar IAIN Pekalongan ada 3, yaitu Sarpras, Akreditasi dan Pengembangan SDM. Temuan-temuan Audit Mutu Internal (AMI) hendaknya menjadi acuan untuk perencanaan program-program kampus. Sehingga bisa lebih dimaksimalkan lagi dukungan untuk itu. “Kita jangan terjebak pada rutinitas yang tidak ada impactnya bagi pengembangan mahasiswa dan kampus, “Tegas Ade.  Era ini adalah era otonomisasi anggaran. Sehingga hendaknya pandai mengelola kampus ini dengan prinsip integrating, penilaian, evaluasi, perencanaan dan pengembangan serta membuat grand design sebagai prioritas program yakni program pengembangan mutu IAIN Pekalongan, “Imbuh Ade.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Suwito, M.A. Pokok materi yang disampaikan pada hari pertama adalah strategi menyusun Laporan Evaluasi Diri (LED) dan pada hari kedua disampaikan strategi menyusun Laporan Kinerja Program Studi (LKPS). Prof. Wito menyampaikan pentingnya pengarsipan Agenda Surat Keluar Masuk dan jika memungkinkan dibuatkan secara online program/aplikasinya (e-office), kemudian dilakukan sosialisasi dan pelatihan untuk penggunaannya. Tujuannya untuk mempermudah melacak kegiatan apa saja yang telah dilakukan dan melacak Surat Keputusan (SK) terkait kebijakan yang telah ditetapkan untuk kegiatan-kegiatan telah dilakukan. Muara tujuannya adalah untuk memudahkan penyusunan borang APS 4.0 atau sembilan kriteria._(LPM)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…