IAIN Pekalongan Gelar Rangkaian Peringatan Hari Santri 2019

23 October 2019

Menyambut Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan menggelar rangkaian kegiatan pada Selasa (22/10/19) di Kampus II, Rowolaku-Kajen. Seluruh komponen civitas akademika di IAIN Pekalongan mengenakan sarung batik dan kopiah/peci hitam bagi laki-laki serta rok batik bagi perempuan.

Dibingkai dengan semangat “Resolusi Jihad”, Hari Santri 2019 mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”. Peringatan ini diawali dengan upacara bendera pada pukul 07:00 WIB di Halaman Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pekalongan. Upacara dipimpin oleh Rektor, Ade Dedi Rohayana, dan diikuti oleh dosen, pegawai, dan mahasiswa.

Pada kesempatan ini, Rektor membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin. Beliau menyebutkan bahwa isu perdamaian diangkat berdasarkan fakta yang menunjukkan sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. “Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rektor memaparkan sembilan alasan dan dasar pesantren layak disebut laboratorium perdamaian. Pertama, pesantren memiliki kesadaran harmoni beragama dan berbangsa. Kedua, metode mengaji dan mengkaji di pesantren diterapkan keterbukaan kajian yang bersumber dari berbagai kitab, bahkan sampai kajian lintas madzhab.

Ketiga lanjutnya, di pesantren, para santri terbiasa diajarkan untuk khidmah (pengabdian), yang merupakan ruh dan prinsip loyalitas santri. Keempat, di pesantren, diajarkan pendidikan kemandirian, kerja sama dan saling membantu di kalangan santri. Kelima, gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh subur di pesantren. Keenam, di pesantren, lahir beragam kelompok diskusi dalam skala kecil maupun besar untuk membahas hal-hal remeh sampai yang serius.

Selanjutnya ketujuh, di pesantren diajarkan merawat khasanah kearifan lokal. Kedelapan, santri memiliki prinsip maslahat (kepentingan umum) merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh kalangan pesantren. Kesembilan, penanaman spiritualitas melalui tazkiyatunnafs yaitu proses pembersihan hati dengan amalan dzikir dan puasa untuk melahirkan fikiran dan tindakan yang bersih dan benar, sehingga santri terhindar dari sikap intoleransi, pemberontakan, apalagi terorisme.

Pemberian penghargaan kepada anggota Security

Pemberian santunan kepada santri tidak mampu

Dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional ini, IAIN Pekalongan memberikan penghargaan kepada tim security yang telah menunjukkan dedikasi dan pengabdiannya, serta memberikan bantuan pengobatan dan seragam kepada anggota security yang menjadi korban perlawanan pelaku pencurian yang akan melancarkan aksinya di wilayah kampus beberapa waktu yang lalu. Selain itu, IAIN Pekalongan juga memberikan santunan kepada 20 (dua puluh) santri tidak mampu dari 6 (enam) pondok pesantren di sekitar wilayah kampus sebagai bukti nyata kepedulian IAIN Pekalongan terhadap santri dan pondok pesantren.

Dzikir, do'a bersama dan sarasehan

Selesai upacara peringatan, kegiatan dilanjutkan dengan dzikir, doa bersama, dan sarasehan di Lantai 1 Gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). IAIN Pekalongan menghadirkan K.H. Syaiful Bahri untuk menyampaikan mauidhoh hasanah. Beliau membuka kembali cakrawala memori civitas akademika IAIN Pekalongan mengenai sejarah perumusan Pancasila dan perjuangan rakyat Indonesia menggapai kemerdekaan. Lebih dalam, K.H. Syaiful Bahri menjelaskan peran penting santri untuk Indonesia. “Tantangan santri ke depan semakin berat dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI yang moderat,” ujarnya. Oleh karena itu, santri Indonesia perlu hadir menunjukkan kontribusi dalam menjaga perdamaian bangsa dan dunia. “Indonesia merupakan daru as-salam, bukan daru al-Islam,” pungkasnya._(Humas Bagian Umum)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…