IAIN Pekalongan Gelar Pendampingan Akselerasi Guru Besar dalam Program Sabbatical Leave DIKTIS Kemenag RI

12 November 2019

Dalam rangka mendukung kegiatan Sabbatical Leave Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Diktis) Kementerian Agama RI, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan mengadakan acara Pendampingan Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah Terindeks dalam Databased Internasional Bereputasi guna akselerasi Guru Besar di IAIN Pekalongan. Acara ini berlangsung pada hari Jumat, 1 November 2019 di Ruang Sidang lantai 3 gedung Rektorat IAIN Pekalongan.

Kegiatan Pendampingan Artikel Jurnal Ilmiah ini dimulai pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan dan dosen di lingkungan IAIN Pekalongan yang telah memiliki gelar Doktor atau menduduki jabatan fungsional Lektor Kepala. Acara ini dibuka dan dimoderatori oleh Dr. H. Makrum, M.Ag. selaku Direktur Pascasarjana IAIN Pekalongan dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Syamsul Ma’arif, M.Ag. dari UIN Walisongo Semarang.

Prof. Syamsul sapaan akrab Prof. Dr. Syamsul Ma’arif, M.Ag. memaparkan untuk menjadi Guru Besar seorang dosen wajib berijazah Doktor dan menduduki jabatan fungsional Lektor Kepala serta perlu banyak menulis jurnal penelitian yang berskala internasional. Ketentuan ini berdasarkan Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 yang menyatakan bahwa jika seorang Lektor Kepala ingin menjadi Guru Besar/Profesor maka diwajibkan publikasi ilmiah dengan menulis minimal tiga jurnal internasional yang bereputasi.

Berkaitan dengan penulisan jurnal, Prof. Samsul memberikan pengarahan bahwa sebelum menulis dan mengirimkan jurnal, seorang penulis perlu memahami karakteristik dan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan oleh pengelola jurnal serta menjalin komunikasi dengan editor jurnal agar jurnal yang dikirimkan dapat di publish. Setelah memahami karakteristik jurnal, penulis perlu memberikan judul jurnalnya dengan judul yang simple, small, smart, unik, aktual dan harus menggambarkan atau melukiskan isi dari jurnal tersebut. Begitu juga dalam penulisan Abstrak diusahakan maksimal menggunakan 200 kata, singkat dan dapat didiskusikan. Karena, seorang Reviewer jurnal yang pertama diamati ialah judul jurnal kemudian abstrak, kesimpulan dan daftar pustaka dari jurnal tersebut, pungkasnya.

Dibagian akhir pertemuan, Prof. Samsul memberikan nasehat kepada audiens agar dalam penulisan jurnal tidak menggunakan kata/kalimat menghakimi, menjustifikasi dan berkaitan dengan ideologi-ideologi tertentu. Seorang penulis jurnal penelitian harus netral dan mampu mendialogkan antara teori dengan fakta-fakta di lapangan. Serta berhati-hatilah dalam mengirimkan jurnal, karena banyak jurnal-jurnal palsu, seperti jurnal-jurnal berbayar yang perlu diwaspadai._(Humas Bagian Umum)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…