IAIN Pekalongan Gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Calon Dosen Tahap II

13 November 2019

IAIN Pekalongan menggelar kegiatan workshop peningkatan kompetensi calon dosen (cados) tahap II yang dilaksanakan selama dua hari, Senin – Selasa, 11 – 12 November 2019. Kegiatan yang bertempat di Hotel Dafam Pekalongan ini diikuti oleh 31 cados yang sedang melakukan aktualisasi diri dan habituasi pelatihan dasar (latsar) CPNS 2019 di satker masing-masing, khususnya di IAIN Pekalongan. Workshop ini dimulai pada hari Senin, 11 November 2019 pukul 07:30 WIB yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan tilawah ayat-ayat suci al-Qur’an dan sambutan-sambutan.

Sambutan pertama sekaligus sebagai laporan ketua panitia disampaikan oleh Kepala Bagian Umum, Bapak Saiful Anam, S.Ag., M.A. Dalam laporannya, Gus Ipul (sapaan akrab Bapak Saiful Anam, S.Ag., M.A.) menyampaikan bahwa workshop ini wajib diikuti oleh semua CPNS karena merupakan rangkaian dari pelaksanaan latsar, khususnya pada tahap aktualisasi diri. Latsar merupakan pengembangan pola dari diklat prajabatan sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 5 tahun 2014 dan PP Nomor 11 tahun 2017. Perbedaan pola yang sangat mendasar antara latsar dengan diklat prajabatan adalah keterlibatan satker dalam membimbing dan mengarahkan CPNS sesuai dengan tugas dan fungsinya, dimana Balai Diklat mendidik dan melatih tentang ke-ASN-an, sementara satker lebih pada pengembangan jabatannya, sehingga peran satker dalam menyelenggarakan workshop ini sangat penting bahkan menentukan lulus dan tidaknya CPNS dalam mengikuti kegiatan latsar.

Lebih lanjut, Gus Ipul menyebutkan bahwa proporsi penilaian latsar ditentukan oleh dua institusi yaitu Balai Diklat selaku penyelenggara utama latsar sebesar 80% dan satker sebagai tempat dimana CPNS (cados) bekerja sebesar 20% sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 12 tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar CPNS. Di akhir laporannya, Gus Ipul menyampaikan tujuan yang hendak dicapai kegiatan workshop ini, yaitu untuk memenuhi kewajiban satker dalam ikut serta membimbing dan mengarahkan CPNS peserta latsar pada proses aktualisasi diri dan memberikan bekal kepada CPNS (cados) dalam pengembangan kompetensi jabatan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi serta untuk menilai kecakapan CPNS dalam masa percobaan dan mengidentifikasi sekaligus menggali potensi-potensi akademik cados IAIN Pekalongan, pungkasnya. 

Sambutan kedua sekaligus pembukaan secara resmi dilakukan oleh Rektor IAIN Pekalongan, Bapak Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. Dalam sambutannya, Beliau mengucapkan terima kasih kepada Kepala Bagian Umum beserta jajarannya yang telah menyelenggarakan kegiatan workshop ini. Workshop yang diselenggarakan selama 2 hari ini sangat penting bagi calon dosen dalam membekali kompetensi dan memahami tugas dan fungsinya. Rektor juga berpesan kepada peserta workshop agar dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan dan materi yang akan disampaikan oleh nara sumber dari awal sampai akhir. 

Setelah membuka acara, Bapak Rektor juga menyampaikan materi dengan tema arah dan kebijakan IAIN Pekalongan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dalam paparannya, IAIN Pekalongan harus menjadi PTKIN yang unggul di tengah-tengah persaingan global. PTKIN memerlukan keunggulan yang menyeluruh, karena PTKIN memikul tanggung jawab akademik, sosial, religius, moral/etika dan historis. Untuk mewujudkan IAIN Pekalongan menjadi PTKIN yang unggul, Bapak Rektor memberikan 8 (delapan) resep dengan menyitir pemikiran Brent D. Ruben, yaitu pertama, seluruh fungsionaris harus mampu menjelaskan dan menerjemahkan tujuan dan prioritas IAIN Pekalongan kepada publik; kedua, harus berusaha agar seluruh proses pendidikan dan pengajaran memiliki relevansi yang nyata dengan dunia kerja; ketiga, terampil memperoleh dan mentransfer pengetahuan sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan pengetahuan dan wawasan baru; keempat, mengintegrasikan penilaian, perencanaan dan peningkatan mutlak; kelima, memperkuat dan memperluas komitmen kerjasama; keenam, memperlakukan setiap orang sebagai “guru” bagi yang lain; ketujuh, memberikan perhatian yang lebih besar pada SDM untuk generasi penerus; dan kedelapan, menyajikan kerangka keunggulan secara lebih luas, terangnya.

Narasumber sedang memberikan materi Workshop 

Foto bersama narasumber dengan peserta workshop

Materi inti dalam workshop ini diantaranya adalah pertama, pengembangan kurikulum berbasis KKNI, strategi dan kiat-kiat penyusunan RPS; kedua, strategi dan kiat-kiat penyusunan proposal penelitian, ketiga, strategi dan kiat-kiat penyusunan proposal pengabdian kepada masyarakat. Sementara materi penunjang diantaranya, pertama, konsep dan pola pikir keilmuan dalam pembelajaran; kedua, pengembangan kompetensi pedagogis; ketiga, pengembangan kompetensi personal; keempat, pengembangan kompetensi evaluasi; kelima, pengembangan kompetensi manajemen; keenam, pengembangan kompetensi spiritual. Diakhir sesi, peserta diberi tugas sebagai tindakan reflektif peningkatan kompetensi calon dosen, meliputi penyusunan rencana pembelajaran semester (RPS), proposal penelitian, dan proposal pengabdian kepada masyaratakat. Adapun narasumber workshop ini adalah para dosen senior yang kompeten di bidangnya yang juga sekaligus menjabat sebagai pimpinan unsur akademik di lingkungan IAIN Pekalongan, yaitu Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro AUAK dan para Wakil Dekan I selaku mentor CPNS. (Humas_Bagian Umum)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…