Tindaklanjuti Pelatihan APS 4 .0, FGD Identifikasi Dokumen APS digelar

14 November 2019

Pekalongan – Dalam rangka memantapkan persiapan menghadapi Akreditasi Program Studi  (APS) 4.0, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Identiifikasi Dokumen Pendukung Akreditasi Program Studi (APS). Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mempersiapkan Prodi menghadapi APS 9 Kriteria.

Peserta FGD ini adalah seluruh pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS)/Fakultas, pimpinan Program Studi, Unit, Bagian dan Lembaga di lingkungan IAIN Pekalongan. Kegiatan ini dilaksanakan pada pada hari Rabu, 7 November 2019 bertempat di Hotel Horison Pekalongan dengan menghadirkan narasumber dari Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu (APM) Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Purwokerto, Kholil Lur Rochman, S. Ag., M.S.I.

Dalam sambutan pembukaan, Amat Zuhri, M.Ag selaku ketua LPM mengatakan bahwa kegiatan FGD Identifikasi Dokumen APS ini merupakan salah satu tindak lanjut dari kegiatan “Pelatihan Penyusunan Borang APS 9 Kriteria” yang dilaksanakan pada tanggal 14-15 Oktober 2019. Melalui kegiatan pelatihan tersebut kita dapat mengetahui bahwa banyak hal yang harus dilakukan oleh IAIN Pekalongan jika ingin mendapatkan predikat Unggul dalam akreditasi. Di antara yang harus dilakukan oleh IAIN Pekalongan adalah mereview Visi-Misi, melakukan perbaikan tata kelola dan melengkapi dokumen-dokumen baik berupa dokumen kebijakan kebijakan maupun dokumen lainnya. Kegiatan FGD Identifikasi Dokumen APS ini adalah kegiatan yang dikhususkan untuk mengidentifikasi dokumen-dokumen apa saja yang harus dipersiapkan oleh IAIN Pekalongan, yang secara pragmatisnya, dalam rangka menghadapi akreditasi dengan 9 kriteria dan, secara substantifnya, untuk perbaikan tata kelola kampus. Adapun kegiatan lain seperti review Visi-Misi akan dilaksanakan pada kesempatan lain dengan memperhatikan alokasi anggaran dari institute.

Rektor IAIN Pekalongan, Dr. Ade Dedi Rohayana, M. Ag juga memberikan arahan agar kegiatan FGD tersebut dijadikan sarana untuk mendorong tertib dokumentasi dalam mempersiapkan akreditasi 9 kriteria. “Saya berterimakasih kepada Ketua LPM atas terlaksananya acara ini karena terkait dengan borang akreditasi 9 kriteria yang belum semua kita pahami. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk mendorong kita untuk tertib dokumentasi, sehingga kita tidak kesulitan dalam menghadapi akreditasi 9 kriteria. Selama ini, kita belum tertib dan belum mendokumentasikan dengan baik.” Sambutnya.

Menurut  Ade, terkait akreditasi bahwa aspek dukungan finansial juga tidak kalah pentingnya. Sehingga dia menghimbau kepada peserta FGD untuk mendukung persiapan pelaksanaan akreditasi 9 kriteria dengan sebaik-baiknya dan kegiatan-kegiatan lain yang tidak terkait dengan akreditasi 9 kriteria ditiadakan untuk efisiensi anggaran dan efektivitas peningkatan mutu menyongsong pelaksanaan APS 4.0.  

Sementara itu pemateri, mengawali dengan memaparkan bahwa Instrumen Akreditasi 9 Kriteria meniscayakan siklus mutu, yaitu Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan  (PPEPP) dalam setiap hal dan strategi penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED)-APS 4.0. Dalam hal strategi ini, narasumber menegaskan perlunya identifikasi dokumen berbasis PPEPP serta Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT). “Jika dokumennya sudah ada, mendeskripsikan borangnya mudah. Dan untuk meningkatkan pencapaian Unggul sangat dibutuhkan ketersediaan dokumen-dokumen penunjang sebagai bukti atas terlaksananya proses mutu dan dukungan anggaran tentunya. “Dokumen tiap kriteria/standar paling tidak memuat pedoman, standar dan SOP.” Jelas Kholil.

“Terkait Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tidak lagi tersentral di LP2M seperti pada akreditasi 7 standar, tetapi berdasarkan pula pada roadmap riset prodi. Pembelajarannya juga perlu berbasis riset.” Imbuh narasumber muda dari IAIN Purwokerto itu.

Pada sesi akhir, seluruh peserta dibagi menjadi 9 kelompok untuk melakukan identifikasi dokumen masing-masing standar/kriteria dan mempresentasikannya, kemudian dianalisis dan diselaraskan oleh narasumber._(LPM)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…