IAIN Pekalongan Gelar Workshop Peningkatan Indeks Kinerja Tenaga Kependidikan

29 November 2019

Bagian Umum IAIN Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Workshop Peningkatan Indeks Kinerja Tenaga Kependidikan Melalui Transformasi Moderasi Beragama pada hari Rabu, 27 November 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 65 tenaga kependidikan PNS yang terdiri dari seluruh Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian dan Staf Pelaksana di lingkungan IAIN Pekalongan.

Workshop ini merupakan rangkaian kegiatan sabbatical leave dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, dimana program tersebut merupakan upaya mendorong terjadinya transformasi kelembagaan yang berkualitas dan peningkatan mutu pada PTKIN.

Workshop ini dibuka oleh Rektor IAIN Pekalongan, Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa tenaga kependidikan merupakan ujung tombak pelaksana teknis administratif dalam upaya mengelola dan meningkatkan mutu pendidikan di IAIN Pekalongan. Tenaga kependidikan harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kelembagaan dan mutu pendidikan di IAIN Pekalongan. Oleh karena itu, workshop ini diharapkan mampu memberikan motivasi bagi tenaga kependidikan untuk terus mengabdi dengan setulus hati dan bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga menghasilkan karya nyata dalam pengembangan kelembagaan di IAIN Pekalongan, tegasnya.

Rektor juga menghimbau kepada para tenaga kependidikan agar selalu bersyukur menjadi PNS yang ditempatkan di IAIN Pekalongan, sehingga dapat menikmati kehidupan yang layak. Oleh Karena itu, Rektor berpesan agar dalam menjalani kehidupan ini tidak “neko-neko” dengan mengikuti gerakan dan paham keagamaan yang ekstrim dan radikal. Moderasi beragama yang digaungkan Kementerian Agama RI merupakan sikap yang harus dipilih dan diterapkan oleh semua PNS, karena dengan moderasi beragama akan membuka ruang toleransi dan kebersamaan sebagai langkah menuju peningkatan kinerja di lingkungan IAIN Pekalongan, pungkasnya.

Foto bersama Narasumber dengan peserta Workshop

Setelah pembukaan acara, dilanjutkan pemaparan materi oleh Prof. Dr. Syamsul Ma’arif, M.Ag (Guru Besar dari UIN Walisongo Semarang) dan dimoderatori oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. H. Muhlisin, M.Ag. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa paradigma masyarakat modern ditandai oleh: pertama , adanya saling menghormati dan kepaduan sosial; kedua , adanya dialog untuk mendiskusikan dan menyelesaikan masalah; dan ketiga , adanya obyektivitas, transformasi dan menghargai multi kultural. Mencermati fenomena kehidupan sosial di Indonesia sekarang ini belum disebut sebagai masyarakat modern. Sikap-sikap intoleransi hampir merebak di seluruh pelosok negeri, radikalisme juga merambah ke kampus-kampus bahkan di masyarakat juga sudah sampai pada tingkat RT dan RW. Hal ini disebabkan diantaranya terdapat disparitas kehidupan masyarakat yang tidak seimbang, misalnya antara jawa dengan luar jawa.

Persoalan di atas tentu harus segera diselesaikan agar tidak berkembang bahkan menjadi bola liar di masyakarat. PTKIN termasuk IAIN Pekalongan mempunyai kewajiban untuk andil dalam mengatasi masalah-masalah tersebut yaitu dengan membangun kebersamaan antar civitas akademika. Tenaga kependidikan perlu belajar ke tempat lain, bila perlu studi ke luar negeri, bagaimana mengelola perbedaan menjadi sebuah kekuatan untuk membangun kebersamaan di dalam kampus. Jika kampus sudah tidak kondusif dengan berbagai persoalan, bagaimana mungkin dapat berkembang dengan baik, sementara kemajuan kampus membutuhkan harmonisasi semua pihak termasuk diantaranya tenaga kependidikan, terangnya._(Humas Bagian Umum)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…