IAIN PEKALONGAN Mewisuda 980 Lulusan Diploma, Sarjana dan Magister

08 December 2019

Bertempat di Sahid International Convention Centre (SICC) Pekalongan, IAIN Pekalongan mengadakan Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Diploma Tiga ke-24, Sarjana ke-38 dan Magister ke-10, Sabtu (7/12).

Wisuda kali ini merupakan wisuda dengan jumlah wisudawan terbesar sepanjang sejarah IAIN Pekalongan. “Wisuda kali ini diikuti 980 wisudawan, dan merupakan wisuda dengan jumlah wisudawan terbesar dalam sejarah IAIN Pekalongan,” ungkap Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Pekalongan, Dr. H. Muhlisin, M.Ag. selaku Ketua Panitia Wisuda, dalam laporannya.

Wisuda yang diikuti 980 mahasiswa tersebut berasal dari berbagai program studi. Dengan rincian sebagai berikut:

 

Rektor IAIN Pekalongan Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. menjelaskan wisuda kali ini mengusung tema “Meningkatkan Daya Saing Lulusan Perguruan Tinggi Islam sebagai Pelopor Moderasi Beragama di Era Revolusi Industri 4.0”. Beiau mengungkapkan, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menghadapi tantangan tidak mudah di era ini. Menurutnya, di era ini, menyiapkan lulusan PTKI yang cerdas, melek serta kompeten dalam penggunaan IT tidaklah cukup, sebab nilai-nilai kompetensi lain perlu dikembangkan agar mereka tetap bisa survive dan berkompetisi di era yang sarat dengan “gangguan” (disruption). “Disruption Era adalah sebuah era di mana segala sesuatu terjadi secara random, baik dalam hal positif maupun negatif dapat menjadi viral dalam hitungan detik,” ungkapnya.

Berpijak dari femonena yang menggejala di era revolusi dan era disruption, imbuh dia, maka kompetensi lulusan lainnya di PTKI juga perlu digarap secara serius agar lulusan memiliki integritas, berkarakter sebagai pejuang, memiliki rasa empati, menghargai perbedaan, inovatif, kreatif, santun, enterpreuner dan melek big data (literasi data).

Jika kompetensi ini tercapai maka tidak akan lahir generasi yang labil. Menyadari bahwa menyiapkan generasi millenial yang berkarakter Islam Moderat di Era Revolusi Industri 4.0 yang mampu bertahan dan beradaptasi dengan kemajuan zaman adalah sebuah mandat, maka visi dan tagline IAIN Pekalongan telah mengantisipasinya. Visi Misi serta Tagline IAIN Pekalongan menjadi sangat relevan dan realistis dengan kondisi saat ini.

Visi IAIN Pekalongan adalah Menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terkemuka dan kompetitif di tingkat Nasional dalam pengembangan dan teknologi berwawasan ke-Indonesiaan pada tahun 2036. “Sedangkan tagline IAIN Pekalongan adalah Sprirituality, Sciencetific, Enterprenuership dan Nasionality” paparnya.

“Saya berpesan kepada seluruh wisudawan dan alumni agar senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keahliannya, tetap menjaga nama baik almamater IAIN Pekalongan, agama dan negara di tengah tingkat kompetisi yang kian mengglobal. Perlu diingat bahwa sebagai lulusan sarjana muslim dari kampus IAIN Pekalongan kita punya tanggung jawab mengisi peradaban, membangun bangsa, mencerdaskan masyarakat dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin, dan menjaga NKRI,” imbuh Ade Dedi Rohayana.

Dalam acara wisuda ini dihadiri pula oleh Direktur Jenderal Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil H. Kamaruddin, M.A. Dalam orasi ilmiah yang ia sampaikan di depan para wisudawan maupun orangtuanya, Prof Kamaruddin berpesan kepada seluruh wisudawan untuk terus meningkatkan kompetensinya agar bisa sukses dalam persaingan global dewasa ini.

Kompetensi dimaksud, terutama dalam bidang penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. “Perdalam penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris,” katanya. Selain meningkatkan kompetensi dalam penguasaan bahasa asing, para wisudawan juga diharapkan memperluas jejaring.

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…