Print this page

Work Plan LP2M 2020: IAIN Pekalongan Prioritaskan Percepatan Guru Besar

09 January 2020

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pekalongan menyelenggarakan rapat kerja tahun 2020, di Ruang Sidang Lt 2 Rektorat IAIN Pekalongan. Ada tiga isu strategis yang kita hadapi saat ini dalam melanjalankan mandat lembaga. Isu strategis yang dimaksud adalah minimnya produktivitas, rendahnya mutu dan relevansi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat,” demikian tandas Maghfur Ahmad, selaku Ketua LP2M. “Masalah utama ini harus kita selesaikan agar IAIN Pekalongan mempu bersaing dengan perguruan tinggi yang lain, di bidang riset, publikasi ilmiah dan kerja-kerja social kemasyarakatan,” sambung Maghfur dalam pengantar Work Plan 2020 yang diselenggarakan pada tanggal 9-10 Januari 2020.

Pada kesempatan yang sama, Ade Dedi Rohaya, Rektor IAIN Pekalongan berpesan agar LP2M mengawal riset dan publikasi ilmiah. Menurut Ade, IAIN Pekalongan belum memiliki guru besar karena terkendala publikasi ilmiah di Jurnal Internasional bereputasi. “secara kelembagaan LP2M harus memfasilitasi agar teman-teman dosen bisa mencapai jenjang karir dosen tertinggi, yaitu sebagai guru besar. Problem pokok yang kita hadapi adalah kurang kum B, khususnya publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi,” katanya. Karenanya Rektor berpesan agar memprioritaskan dan mengawal program percepatan guru besar. LP2M menjadi bagian penting karena punya tupoksi penelitian dan publikasi ilmiah. Rektor juga berpesan, agar LP2M lebih kreatif dan inovatif dalam merancang program kerja seiring kompetisi semakin menglobal.

Acara Work Plan LP2M ini diikuti oleh 20 pimpinan dan staf LP2M. Pada forum ini dilakukan evaluasi sekaligus capaian pada tahun sebelumnya, 2019. Di bidang riset mencapai 68 laporan hasil penelitian dan dratf naskah jurnal ilmiah. Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual mencapai 215. Di bidang pengabdian masyarakat, LP2M telah menginisiasi 25 laboratorium social dengan beragam tema. Kampung Literasi, Kampung Sains, Komunitas Sadar Hukum, Sistem Informasi Masjid, Kampung Kopi, Kampung Budaya dan Seni, Kampung Bahasa, Kampung Ramah Anak, termasuk juga Kampung Iklim di Gamer, yang memperoleh Apresiasi ProKlim Tingkat Propinsi Jawa Tengah dan Penerima Sertifikat ProKlim Utama Tahun 2019.

Maghfur menyampaikan bahwa prestasi yang tidak kalah membanggakan adalah terindeksnya Jurnal di lingkungan IAIN Pekalongan oleh indeks nasional Sinta. “Sembilan jurnal yang dimiliki oleh IAIN Pekalongan telah terakreditasi nasional. 5 jurnal terindeks oleh Sinta 2, yaitu Jurnal Religia, Jurnal Edukasia Islamika, Jurnal Hikmatuna, Jurnal Alsinatuna dan Jurnal Penelitian. Terindeks Sinta 3, yaitu Jurnal Hukum Islam, Ijibec dan Jurnal Muwazah. Sedangkan Islamic Studies Journal for Social Transformation diganjar sertifikat Sinta 4. Jadi, 100 persen jurnal kita terakreditasi semua,” pungkasnya.

Ketua LP2M berharap, pada tahun ini kita semakin berperan dan menjadi bagian penting menyukseskan IKU lembaga, IKU Rektor dan pada saatnya dapat berkontribuasi bangi pengembangan kultur riset dan akademik, termasuk memenuhi harapan Rektor dalam mengawal percepatan guru besar di lingkungan IAIN Pekalongan._(LP2M)

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…