LP2M IAIN Pekalongan Siapkan Panduan Litabdimas 2021

20 January 2020

Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litabdimas) merupakan dua unsur tridharma perguruan tinggi yang memiliki peranan vital bagi eksistensi Pendidikan tinggi di Indonesia. Konsekuensinya perencanaan dan pelaksanaannya harus benar-benar terkelola dengan baik. Untuk itu, pada Kamis (16/01/2020) lalu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pekalongan secara khusus menggelar RDK, Rapat Dalam Kantor, untuk menyiapkan panduan Litabdimas 2021.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua LP2M IAIN Pekalongan, Maghfur Ahmad dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Kepala Biro, para Dekan, Kepala Perpustakaan, Kepala UTIPD dan seluruh jajaran pimpinan dan staff LP2M IAIN Pekalongan. Keterlibatan beberapa pihak di sivitas akademika IAIN Pekalongan dalam penyusunan panduan Litabdimas 2021 ini merupakan implementasi dari pemberlakuan prinsip-prinsip Whole of Government (WOG) dalam melaksanakan tugas-tugas kedinasan di lingkungan IAIN Pekalongan. Setidaknya ada empat poin penting yang menjadi pokok bahasan rapat, yakni berkaitan dengan (1) tema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; (2) alur dan mekanisme pelaksanaan program; (3) schedule dan (4) pembiayaan kegiatan. 

Agenda penyusunan panduan Litabdimas 2021 yang dibahas di awal 2020 ini merupakan respon IAIN Pekalongan terhadap kebijakan pusat tentang perencanaan Litabdimas yang diharuskan selesai sebelum memasuki tahun pelaksanaan program, yang mana seleksi Litabdimas 2021 harus dilaksanakan pada 2020. Untuk tahun ini proses seleksi Litabdimas 2021 di IAIN Pekalongan direncanakan akan dilakukan pada bulan Agustus s.d. September 2020. Harapannya pada bulan Desember 2020 para Nominee Litabdimas sudah dapat pastikan. Tujuannya agar pada Januari 2021 para Nominee yang dinyatakan lolos seleksi pada tahun sebelumnya dapat langsung melakukan kegiatan Litabdimas. Proses semacam ini diproyeksikan akan mendongkrak kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat para dosen di lingkungan IAIN Pekalongan karena waktu pelaksanaan program menjadi lebih panjang.

Dr. Muhlisin, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, dalam rapat tersebut secara khusus menginstruksikan kepada para Dekan untuk menyampaikan kepada para dosen di tingkat fakultas agar segera menyiapkan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2021. Di samping itu, Muhlisin juga mengusulkan agar mahasiswa juga dipastikan betul-betul terlibat dalam dua tridharma tersebut, sebab selama ini ia menilai pelibatan mahasiswa dalam proyek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para dosen kurang mendapatkan porsi yang maksimal. Padahal, hal tersebut menjadi indikator penting dalam penilaian akreditasi setiap program studi.

Selain itu, gagasan integrasi kegiatan KKN dan PPL mahasiswa sempat menjadi sorotan penting dalam rapat. Gagasan ini muncul karena adanya tuntutan akselerasi masa studi mahasiswa yang mana di tahun-tahun mendatang mahasiswa diproyeksikan dapat lulus dalam kisaran waktu 3,5 – 3,8 tahun. Untuk itu, dalam rapat disepakati agar LP2M IAIN Pekalongan sebagai Lembaga pelaksana KKN dapat menginisiasi gagasan tersebut bersama-sama dengan para Dekan dan Jurusan sebagai pelaksana PPL. Tahun ini ditargetkan proyek integrasi KKN dan PPL tersebut dapat segera terealisasi, minimal konsep integrasi dan panduannya dapat dirampungkan di tahun ini._(LP2M)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…