Respon Perkembangan Covid-19, IAIN Pekalongan Canangkan Gerakan Kampus Tangguh

24 March 2020

Pekalongan (24/3) - Pandemi Covid-19 yang mulai mewabah di Indonesia sejak awal Maret 2020 berdampak besar pada kegiatan akademik di perguruan tinggi. Sejak mewabahnya covid-19 ini, hampir seluruh kampus di Indonesia telah menghentikan kegiatan perkuliahan secara tatap muka dan menggantinya secara daring atau online. Laju penyebaran virus yang semakin cepat dan tidak menentu mengharuskan para pengelola kampus untuk mencari cara agar mampu beradaptasi dengan kondisi baru dan mengurangi resiko penularan virus, salah satunya melalui Gerakan Kampus Tangguh oleh IAIN Pekalongan.

Gerakan Kampus Tangguh adalah program yang didesain untuk mewujudkan kampus IAIN Pekalongan bebas dari virus, bakteri dan kuman yang dapat menyebabkan penyakit bagi warga kampus dan masyarakat pengguna layanan kampus. Agenda kerja gerakan ini antara lain adalah (1) penyediaan sarana protokol kesehatan, seperti hand sanitizer, tempat cuci tangan, deteksi suhu badan; (2) pengaturan Standar Operasional Prosedur (SOP) masuk area kampus; (3) penyemprotan disinfektan secara berkala; (4) pembentukan gugus tugas IAIN Pekalongan peduli Covid-19; (5) penggalangan dana dan pembagian paket sembako; dan (6) edukasi serta sosialisasi tentang pencegahan wabah corona melalui pola hidup sehat.

Rektor IAIN Pekalongan, Dr. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. yang bertindak sebagai penanggung jawab menuturkan bahwa Gerakan Kampus Tangguh ini merupakan wujud tanggung jawab dan kepedulian IAIN Pekalongan terhadap civitas academika IAIN Pekalongan dan masyarakat Pekalongan atas kondisi wabah yang saat ini terjadi di Indonesia. Secara khusus, Dr. Ade juga mengajak warga kampus untuk mematuhi protokol kesehatan, menjaga pola hidup sehat dan menerapkan physical distancing terutama di lingkungan kampus IAIN Pekalongan.

Sementara itu, Saiful Anam, M.A. selaku ketua Gerakan Kampus Tangguh berharap bahwa gerakan ini kiranya akan dapat mencegah penyebaran virus corona dan menekan angka penularannya pada warga kampus khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Gerakan ini juga dimaksudkan untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih terus memburuk. Sebagaimana diketahui, saat ini banyak orang kehilangan pekerjaan, sebagian diberhentikan sementara dan sebagian yang lain berkurang pendapatannya.

Sejauh ini, penambahan kasus virus corona di Indonesia menjadi yang tertinggi di antara negara-negara ASEAN lain dengan jumlah rata-rata 1000 kasus baru per hari. Meski banyak ilmuan dunia terus melakukan penelitian dan uji coba terkait vaksin corona, banyak yang memprediksi bahwa vaksin tersebut belum akan siap dalam waktu dekat. Dalam ketidakpastian ini, kampus dituntut untuk memberikan sumbangsih tindakan dan contoh bagaimana harus menangkal dan melawan virus corona._(Humas_Bagian Umum)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…