IAIN Pekalongan Gelar FGD Persiapan Alih Status Menjadi UIN

07 August 2020

Pekalongan (7/8) - IAIN Pekalongan menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka menyiapkan alih status dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), pada hari Kamis, 6 Agustus 2020 kemarin. FGD perdana yang bertema "Focus Group Discussion (FGD) Alih Status Kelembagaan IAIN Menjadi UIN Pekalongan" ini bertempat di Hotel Dafam Pekalongan dan dimulai pada pukul 07:30 WIB hingga 16.30 WIB.

FGD persiapan alih status dari IAIN menjadi UIN dihadiri oleh para pimpinan kampus di lingkungan IAIN Pekalongan, meliputi Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Ketua Lembaga, Kepala Unit dan segenap anggota tim persiapan alih status kelembagaan. Sejumlah pimpinan kampus dari IAIN Salatiga dan IAIN Cirebon juga turut hadir dalam FGD tersebut. Adapun narasumber FGD perdana ini adalah H. M. Adib Abdushomad, M.Ed., Ph.D. selaku Kepala Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Kegiatan FGD persiapan alih status ini diawali dengan pembacaan laporan kegiatan oleh Kepala Bagian Umum IAIN Pekalongan, Saiful Anam, M.A. Beliau menyampaikan bahwa IAIN Pekalongan telah menyusun dan mengirimkan proposal alih status menjadi UIN. Namun demikian, menurutnya, proposal tersebut perlu dikaji lagi karena tidak menutup kemungkinan di dalamnya masih terdapat beberapa kekurangan sehingga perlu penyempurnaan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Adapun tujuan diselenggarakannya kegiatan FGD ini adalah untuk mensinergikan data dan informasi dalam proposal alih status, serta untuk memperoleh masukan dari semua pihak, baik internal maupun eksternal, imbuhnya.

Acara FGD dibuka langsung oleh Rektor IAIN Pekalongan, Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. Dalam sambutannya, Rektor menuturkan bahwa FGD Alih Status Kelembagaan IAIN Menjadi UIN Pekalongan ini merupakan agenda penting dalam rangka memperoleh masukan dan koreksi terkait perbaikan proposal. Dr. Ade menjelaskan bahwa sejauh ini IAIN Pekalongan sudah bersiap diri untuk menjadi UIN dan siap mensupport segala hal yang dibutuhkan untuk menyukseskan proses alih status tersebut. “Akselerasi alih status menjadi UIN adalah sebuah keniscayaan agar PTKIN, khususnya IAIN Pekalongan, bisa lebih kontributif dalam membangun Indonesia ke depan,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. Adib, sebagaimana narasumber biasa disapa, dalam paparan materi FGD menyampaikan bahwa sudah saatnya PTKIN menjadi destinasi dalam kajian-kajian berbasis keislaman di level internasional, mengingat Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia. Salah satu langkah untuk mewujudkan impian tersebut, menurutnya, adalah melalui alih status kelembagaan menjadi universitas. Namun demikian, beliau juga mengingatkan bahwa alih status tersebut harus tetap mempertahankan core competency ilmu-ilmu keislaman di PTKIN dan harus tetap menjaga ruh Islam wasathiyyah (Islam yang moderat). “Jangan sampai prodi-prodi umum di UIN nantinya malah menjadi rumah bagi orang-orang yang tidak berpaham Islam wasathiyyah,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. H. Muhlisin, M.Ag. selaku ketua tim alih status yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan mengatakan bahwa mulai saat ini para pimpinan di IAIN Pekalongan dan tim alih status harus bekerja lebih keras dalam melakukan proses pemantasan diri menjadi UIN, termasuk melengkapi berbagai kekurangan dokumen, data dan informasi proposal alih status dalam waktu dekat. Beliau berpesan agar seluruh anggota tim alih status bisa bersinergi dan saling melengkapi. Dr. Muhlisin juga berharap kiranya alih status kelembagaan ini tidak hanya sekedar untuk memenuhi aspek legal-formal, tetapi juga mesti diikuti dengan peningkatan kualitas.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat sangat antusias menyimak pemaparan materi, menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman. Secara umum, semua pertanyaan dan isu-isu terkait alih status kelembagaan telah mendapatkan tanggapan dari narasumber. Pada sesi berikutnya, acara diisi dengan pembahasan rencana tindak lanjut bersama dengan internal tim alih status._(Humas Bagian Umum)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…