IAIN Pekalongan Gelar Workshop Evaluasi dan Redesain Kurikulum

07 December 2020

Pekalongan (7/12) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan menggelar workshop evaluasi dan redesain kurikulum dalam rangka menyongsong kampus merdeka di era revolusi industri 4.0. Workshop ini dilaksanakan selama dua hari, Senin dan Selasa, 7-8 Desember 2020, bertempat di Ballroom Hotel Horison Pekalongan.

Peserta workshop berjumlah 40 orang yang berasal dari semua unsur pimpinan akademik di semua fakultas, pascasarjana, lembaga dan unit kerja di lingkungan IAIN Pekalongan. Pembukaan kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan dan ditutup dengan do'a sebagai pamungkas opening ceremony.

Laporan kegiatan disampaikan oleh Ketua Panitia, Amat Zuhri, M.Ag. yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Pekalongan. Dalam laporannya, Zuhri (sapaan akrabnya) menyampaikan bahwa IAIN Pekalongan sebagai bagian dari lembaga Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia perlu melakukan evaluasi dan redesain kurikulum berbasis kampus merdeka yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat serta menyesuaikan perkembangan zaman. Zuhri mengutip pemikiran Herakleitos, seorang filosof Yunani kuno pra-Sokratik abad ke-5 SM mengenai perubahan-perubahan di alam semesta. Menurut Herakleitos, tidak ada satu pun hal di alam semesta yang bersifat tetap atau permanen. Tidak ada sesuatu yang betul-betul ada, semuanya berada di dalam proses menjadi. Herakleitos terkenal dengan ucapannya panta rhei kai uden menei yang berarti, "semuanya mengalir dan tidak ada sesuatupun yang tinggal tetap". Berdasarkan konsep filosofi inilah maka perlu melakukan evaluasi kurikulum di IAIN Pekalongan dan melakukan redesain kurikulum yang disesuaikan dengan perubahan-perubahan yang ada, dengan demikian kegiatan workshop evaluasi dan redesain kurikulum ini penting dilaksanakan, pungkasnya.

Sambutan sekaligus pembukaan secara resmi disampaikan oleh Rektor IAIN Pekalongan, Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. Dalam sambutannya, Rektor mengucapkan terima kasih kepada Ketua LPM beserta jajarannya yang telah menyelenggarakan kegiatan workshop ini serta mendukung pernyataan Ketua LPM untuk siap berubah dan melakukan perubahan. Menurut Dr. Ade (sapaan akrab Rektor IAIN Pekalongan), kegiatan ini sangat penting untuk menyiapkan model kurikulum terupdate yang sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat dan ke-khas-an dari kurikulum IAIN Pekalongan. Lebih lanjut, Dr. Ade menyampaikan 4 (empat) kebijakan penting dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim tentang kampus merdeka. Pertama, tentang sistem akreditasi perguruan tinggi dimana program re-akreditasi bersifat otomatis. Kedua, memberikan hak belajar 3 (tiga) semester di luar prodi yang ditempuh mahasiswa. Ketiga, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/PTS)diberikan hak otonom membuka atau mendirikan program studi baru. Keempat, memberikan kemudahan dan kebebasan bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) untuk menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH). Pada kesempatan ini, Dr. Ade juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta workshop yang sekaligus pimpinan akademik di IAIN Pekalongan untuk senantiasa mau dan siap melakukan perubahan ke arah yang positif sesuai dengan ungkapan “Man Jadda Wa Jada”, “where there is a will there is a way”, tandasnya. Di akhir sambutan sebelum membuka acara workshop, Dr Ade berharap forum workshop ini dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk mengimplementasikan kurikulum kampus merdeka yang sesuai dengan orientasi dan ke-khas-an Kementerian Agama pada umumnya dan IAIN Pekalongan pada khususnya, pungkasnya.

Workshop selama 2 (dua) hari ini menghadirkan 3 (tiga) narasumber yaitu Rektor IAIN Pekalongan Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. sebagai keynote speaker, Guru Besar sekaligus pakar kurikulum dari UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Pd., dan Guru Besar dari Universitas Negeri Semarang Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si.. Secara umum kegiatan berjalan lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran Covid-19._(Humas_Bagian Umum)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…