IAIN Pekalongan Kembali Gelar Wisuda Drive Thru

15 December 2020

Kajen Pekalongan (15/12) — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan kembali menggelar Wisuda Magister Ke-12, Sarjana Ke-40 dan Diploma Tiga Ke-26. Kegiatan wisuda yang dijadwalkan berlangsung dua hari ini (15-16 Desember 2020) dihadiri oleh Wakil Menteri Agama RI, Drs H. Zaenut Tauhid Sa'adi, M.Si., dan para tamu undangan antara lain Kepala Kementerian Agama Kab/Kota Se-eks Karesidenan Pekalongan. Tema wisuda kali ini adalah “Membangun Sinergi dan Potensi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mengimplementasikan Kampus Merdeka di Era Revolusi Industri 4.0.”

Sama dengan kegiatan wisuda sebelumnya, kegiatan wisuda di masa pandemi Covid-19 ini dilakukan dengan metode blended, yakni kombinasi antara offline dan online. Metode blended ini merupakan bentuk langkah antisipatif dalam mencegah penyebaran Covid-19. Dalam metode offline, prosesi wisuda hanya melibatkan para wisudawan terbaik sebagai perwakilan dari masing-masing jurusan. Sementara dalam metode online, prosesi wisuda dilakukan melalui streaming youtube. Dalam metode online ini, pemindahan koncer dan penyerahan ijazah para wisudawan dilakukan dengan cara mengendarai mobil atau motor (drive thru).

Sidang Terbuka Senat IAIN Pekalongan dengan agenda tunggal wisuda dibuka oleh Ketua Senat, Dr. Hj. Siti Qomariyah, M.A., dan dilanjutkan dengan penyampaian laporan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. H. Muhlisin, M.Ag. Dalam laporannya, Beliau menyampaikan bahwa wisuda offline diikuti oleh 15 wisudawan terbaik dari masing-masing jurusan, sedangkan wisuda online diikuti oleh seluruh wisudawan selain yang 15 tersebut. Adapun jumlah total wisudawan adalah 705 wisudawan, meliputi Program Magister, Sarjana, dan Diploma.

Lebih rinci Dr. H. Muhlisin, M.Ag. melaporkan bahwa jumlah wisudawan Fakultas Syariah dari Jurusan S-1 Hukum Keluarga Islam (HKI) sebanyak 58 mahasiswa dan S-1 Hukum Ekonomi Syariah (HES) 36 mahasiswa. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari Jurusan S-1 Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 170 mahasiswa, S-1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 38 mahasiswa, S-1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 83 mahasiswa, dan S-1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) 29 mahasiswa. Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah dari Jurusan S-1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) sebanyak 5 mahasiswa, S-1 Tasawuf Psikoterapi (TP) 5 mahasiswa, S-1 Ilmu Hadits (ILHA) 4 mahasiswa, S-1 Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) 43 mahasiswa, S-1 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) 28 mahasiswa. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dari Jurusan S-1 Ekonomi Syariah (EKOS) sebanyak 159 mahasiswa, D-3 Perbankan Syariah (PBS) 12 mahasiswa. Sementara itu Program Pascasarjana dari Prodi S-2 Hukum Keluarga Islam (HKI) sebanyak 7 mahasiswa, S-2 Pendidikan Agama Islam (PAI) 28 mahasiswa.

Dari jumlah di atas, terdapat 8 mahasiswa dari Program Pascasarjana memperoleh predikat Cumlaude, 18 mahasiswa memperoleh predikat Sangat Memuaskan, dan 9 mahasiswa memperoleh predikat memuaskan. Dari Program Sarjana, sejumlah 407 mahasiswa meraih predikat Cumlaude, 230 mahasiswa meraih predikat Sangat Memuaskan, dan 21 mahasiswa meraih predikat Memuaskan. Sementara dari Program Diploma Tiga (D.3), sejumlah 1 mahasiswa meraih predikat Cumlaude, dan 11 mahasiswa meraih predikat Sangat Memuaskan.

Setelah laporan akademik, Rektor IAIN Pekalongan, Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. secara resmi mewisuda seluruh wisudawan dan mengukuhkan gelar akademik sesuai jurusan masing-masing. Selanjutnya, Rektor memindahkan koncer toga wisuda dan menyerahkan ijazah kepada 15 wisudawan terbaik. Sementara wisudawan lainnya, pemindahan koncer toga wisuda dan penyerahan ijazah dilakukan oleh Dekan Fakultas masing-masing secara simbolis di tengah-tengah prosesi wisuda secara drive thru.

Rangkaian acara berikutnya adalah sambutan Rektor IAIN Pekalongan. Dalam sambutannya, Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. menyampaikan bahwa di tengah kondisi dunia yang berubah secara cepat, perguruan tinggi diharapkan mampu melakukan inovasi, khususnya inovasi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Inovasi ini tidak mungkin dilakukan tanpa ruang gerak yang memadai. Semangat inovasi inilah yang kemudian menginspirasi lahirnya gagasan Kampus Merdeka, imbuhnya. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa ada 4 (empat) program utama dalam kebijakan Kampus Merdeka, yaitu: kemudahan pembukaan program studi baru, perubahan sistem akreditasi di perguruan tinggi, kemudahan perguruan tinggi negeri menjadi PTN berbadan hukum, dan hak belajar tiga semester di luar program studi bagi mahasiswa. Sementara itu peran dosen akan lebih menguat sebagai fasilitator bagi mahasiswa untuk menjelajah dunia kompetensi, ilmu pengetahuan, dan teknologi, dan pada akhirnya Dosen tidak lagi menjadi satu-satunya sumber ilmu, melainkan sebagai teman berdiskusi. Melalui program Kampus Merdeka, pembelajaran di perguruan tinggi diselenggarakan dalam konteks untuk menggerakkan interaksi kampus dengan dunia kerja, dimana mahasiswa akan berkesempatan memperoleh pengalaman, wawasan, hard skill, dan soft skill yang lebih kuat. Di akhir sambutannya, Rektor secara khusus memberikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan, sekaligus mendoakan semoga ilmu yang telah dipelajari dapat bermanfaat dan mampu memberikan kontribusi di tengah-tengah masyarakat secara nyata.

Turut memberikan sambutan dalam acara wisuda ini adalah Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Drs. H. Zainut Tauhid Saadi M.Si. Dalam orasi ilmiahnya, Wamenag mengapresiasi tema yang diangkat dalam wisuda IAIN Pekalongan saat ini karena sesuai dengan konteks kekinian. Lebih lanjut beliau mengingatkan bahwa tekanan perkembangan teknologi utamanya Internet of Things (IoT) di era Revolusi Industri saat ini lebih cepat datangnya dari yang diduga. PTKI harus lebih cepat meresponnya jika tidak ingin tertinggal dan ditinggalkan oleh masyarakat yang memiliki ekspektasi dan orientasi masa depan, dan salah satu indikator keberhasilan perguruan tinggi adalah dilihat dari keberhasilan alumninya, sehingga hal itulah yang dijadikan salah satu instrument penilaian akreditasi yakni tracer study dan daya serap kerja alumni (employability after graduation). Oleh karenanya, kebijakan kampus merdeka khas PTKI yang akan segera final dalam waktu dekat ini harus mampu memicu pimpinan IAIN Pekalongan untuk ber-ijtihad dengan cepat dalam mendesain dan mengimplementasikan kebijakan Kampus Merdeka serta belajar kepada PTK atau PTU bereputasi baik nasional maupun internasional sehingga kompetensi alumni PTKI akan semakin baik dan sesuai dengan kebutuhan serta konteks tantangan zaman saat ini. Di akhir orasinya, Wamenag tidak lupa mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah diwisuda seraya berharap semua alumni IAIN Pekalongan mampu menjadi ambassador atau duta terbaik peradaban Islam saat ini yang menebarkan kedamaian, kemajuan serta mampu berkontribusi bagi perdamaian dunia.

Prosesi wisuda ditutup dengan doa oleh Drs. H. Ahmad Zaeni, M.Ag dan foto bersama. Acara dilanjutkan dengan pemindahan koncer toga dan penyerahan ijazah kepada para wisudawan online (daring) dengan konsep drive thru oleh masing-masing pimpinan fakultas secara bertahap selama dua hari, mulai Selasa tanggal 15 Desember 2020 sampai dengan Rabu 16 Desember 2020._(Humas_Bagian Umum)

 

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…