IAIN Pekalongan Karantina Tim Perumus Guna Finalisasi Dokumentasi Renstra 2020–2024

18 December 2020

Pekalongan (18/12) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan melakukan karantina kepada tim perumus guna finalisasi dokumen Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2020 – 2024, selama 4 hari pada tanggal 17 s.d 20 Desember 2020 bertempat di Hotel Harris Semarang. Peserta karantina adalah seluruh tim penyusun renstra yang berjumlah 40 (empat puluh) orang. Kegiatan ini dimulai pukul 16.00 WIB yang diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan dan ditutup dengan do'a sebagai pamungkas opening ceremony.

Dalam laporannya, Dr. H. Muhlisin, M.Ag selaku Ketua Tim yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan menyampaikan bahwa kegiatan ini diberi nama “Karantina Finalisasi Dokumentasi Renstra”, hal ini dimaksudkan agar tim perumus lebih fokus dalam menyelesaikan tugas penyusunan dokumen. Karantina ini juga merupakan bagian dari proses ikhtiar untuk menumpahkan seluruh tenaga dan pikiran guna menghasilkan rumusan renstra yang akomodatif. Sebagaimana diketahui bahwa renstra merupakan dokumen penting sebagai pedoman penyelenggaraan program dan kegiatan yang akan dicapai pada periode tertentu guna mencapai tujuan institusi, tuturnya.

Lebih lanjut Dr. Muhlisin menyampaikan bahwa penyusunan renstra IAIN Pekalongan tahun 2020 – 2024 ini merupakan pengejawantahan dari renstra Kementerian Agama dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam. Renstra Ditjen Pendidikan Islam adalah rujukan utama perumusan renstra IAIN Pekalongan dengan 8 (delapan) kriteria sasaran strategis. Dengan kriteria tersebut, IAIN Pekalongan akan mengelaborasi 9 kriteria instrumen akreditasi BAN-PT, instrumen ISO, dan instrumen lain yang tidak dapat dipisahkan dari tata kelola perguruan tinggi. Renstra harus lebih up to date sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pengembangan ilmu serta dapat diimplementasikan di era mendatang, khususnya periode 2020 – 2024. Dokumen Renstra juga menjadi pijakan pimpinan baru untuk mewujudkan IAIN Pekalongan yang lebih kompetitif, pungkasnya.

Sementara itu Rektor IAIN Pekalongan, Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa masa depan kampus IAIN Pekalongan selama 4 tahun ke depan, salah satunya ditentukan oleh hasil rumusan renstra yang akan disusun dalam kegiatan karantina ini. Salah satu tujuan disusunnya renstra adalah menciptakan arah untuk mencapai tujuan organisasi. Sebagaimana diketahui, organisasi tidak akan berjalan optimal jika tidak memiliki pedoman rencana strategis. Renstra sebelumnya agar dijadikan acuan dan evaluasi dalam menyusun renstra 2020 – 2024 dengan memetakan sasaran yang belum terlaksana sebagai base line yang harus dicantumkan dalam renstra baru, pintanya.

Rektor IAIN Pekalongan berpesan agar penyusunan renstra didahului dengan perumusan visi, misi dan tujuan, kemudian diturunkan menjadi sasaran strategis dan program-program untuk mencapai visi dan misi tersebut. Renstra IAIN Pekalongan tahun 2020 – 2024 hendaknya difokuskan pada penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi. Renstra juga harus disesuaikan dengan kebutuhan perubahan bentuk, khususnya implementasi distingsi harmonisasi ilmu yang diusung IAIN Pekalongan ketika bertransformasi menjadi UIN Pekalongan. Rektor mengingatkan bahwa rumusan renstra tahun 2020 – 2024 juga akan dinilai dan di-upload secara online oleh Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama sebagai acuan dalam pengembangan kelembagaan dan penganggaraan, tambahnya.

Kegiatan karantina penyusunan rencana strategis IAIN Pekalongan tahun 2020 – 2024 ini menghadirkan pakar ahli guna mereview hasil rumusan agar tepat sasaran. Adapun narasumber yang mendampingi adalah Dr. H. Sugeng Listiyo Prabowo, M.Pd dan Alfin Mustikawan, M.Pd., keduanya dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Secara umum kegiatan berjalan lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran Covid-19._(Humas_Bagian Umum)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…