AICIS ke-20, Studi Islam Kontemporer Diharapkan Mampu Menjawab Persoalan Umat  

27 October 2021

Surakarta (27/10) – Lanjutan gelaran Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-20 di Kota Surakarta, tiga dosen dan satu mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan turut berpartisipasi sebagai peserta panelis konferensi. Tiga dosen tersebut adalah Ahmad Khotim Muzakka, Muhammad Alghiffary, dan Eros Meilina Sofa. Sedangkan satu mahasiswa bernama Iif Fauziyah. 

AICIS ke-20 dengan mengusung tema “Islam in a Changing Global Context: Rethinking Fiqh Reactualization and Public Policy” ini mengundang seluruh akademisi untuk berpartisipasi sebagai peserta panelis konferensi. Melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2403 Tahun 2021, peserta yang berhasil lolos untuk melakukan presentasi karya ilmiah terbagi menjadi dua, yakni peserta selected panel (panel terpilih) dan peserta open panel (panel terbuka). Dua dosen IAIN Pekalongan, Ahmad Khotim Muzakka dan Muhammad Alghiffary terpilih sebagai peserta selected panel. Kemudian Eros Meilina Sofa (dosen) dan Iif Fauziyah (mahasiswa) terpilih sebagai peserta open panel. 

Dihubungi melalui saluran WhatsApp, Muhammad Alghiffary yang tercatat sebagai dosen pada Jurusan Pendidikan Bahasa Arab mengungkapkan rasa syukur dapat berpartisipasi pada even bergengsi AICIS ke-20 yang dilaksanakan secara daring. Alghiffary berharap karya ilmiahnya dapat memberi kontribusi bagi pengembangan Islamic Studies. “Secara pribadi, semoga dapat menambah pengetahuan sehingga penelitian yang dihasilkan semakin baik dan semoga teman-teman dosen IAIN Pekalongan lain dapat ikut serta pada kegiatan AICIS mendatang,” paparnya. Makalah dengan judul “The Phenomenon of Crisis of Religious Understanding in The Midst of Covid-19 Pandemic” dipresentasikan pada Selasa (26/10) pukul 15.30 WIB. 

Sementara itu, Eros Meilina Sofa, dosen pada Jurusan Tadris Bahasa Inggris merasa bahagia karena dapat mempresentasikan hasil penelitiannya pada even internasional. Eros menyebut, peserta konferensi AICIS telah melewati seleksi yang sangat ketat dan harus bersaing dengan ratusan kandidat lain. “Saya berharap AICIS berikutnya dapat dilaksanakan secara luring dan mengakomodir topik-topik yang lebih beragam,” ungkapnya. Mengangkat judul “Moslem Students’ Responses to Hoax News in Digital Era”, Eros akan memaparkan makalahnya pada Kamis (28/10) pukul 09.00 WIB. 

Dihubungi terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Maghfur, M.Ag., mengapresiasi atas partisipasi dosen dan mahasiswa IAIN Pekalongan dalam forum Internasional AICIS yang ke-20. Maghfur menyebut AICIS merupakan ajang global dalam pertukaran pemikiran dan hasil riset studi Islam kontemporer. “Studi Islam kontemporer diharapkan mampu merespon isu-isu kekinian, seperti covid 19 dan isu-isu kebijakan publik,” jelasnya. Ia menambahkan forum AICIS merupakan tolok ukur studi Islam yang multidisipliner, solutif dan penguatan terhadap narasi-narasi Islam moderat. Dengan kehadiran delegasi IAIN Pekalongan di forum AICIS menunjukkan adanya kontribusi teoritis terhadap penyelesaian masalah-masalah umat Islam. “Saya ucapkan selamat dan sukses bagi para presenter AICIS dari IAIN Pekalongan,” tutup Maghfur. 


Reporter   :  Dimas Prasetya

Editor       :  M. Najmul Afad

Redaktur  :  Humas Bagian Umum

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…