AICIS ke-20: Menemukan Kembali Manusia Spiritual

03 November 2021

Pekalongan (3/11) – Dua dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan Dr. H. Imam Khanafi, M.Ag., dan Cintami Farmawati, M.Psi berpartisipasi sebagai panelis atau pemakalah dalam gelaran Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-20 tahun 2021 Surakarta.  Dengan tema panel “The Immersion of Spirituality in The Midst of Modernity: Enduring Religious Values for Current Issues”, kedua dosen tersebut mempresentasikan masing-masing makalahnya secara daring pada Kamis, 28 Oktober 2021.

Dengan judul makalah “Menemukan Kembali Manusia Spiritual Menghadapi Problematika Modernitas”, Dr. H. Imam Khanafi, M.Ag., menuturkan proyek terpenting manusia modern adalah bagaimana menemukan kembali spiritualitas yang hilang. Spiritualitas yang hilang ungkap Imam, diakibatkan oleh manusia yang hanya berfokus pada kehidupan material dan melupakan sisi ruhani spiritual. “Di antara kegiatan membumikan  spiritualitas di era modern adalah dengan langkah taqarruban ila Allah (mendekatkan diri kepada Allah SWT) dan tazkiyatun nafs (membersihkan jiwa)”, tutur Imam melalui saluran WhatsApp (2/11).

Beralih kepada Cintami Farmawati, M.Psi., saat dihubungi melalui saluran WhatsApp (2/11) menyampaikan latar belakang penelitiannya merujuk pada kondisi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Dengan judul makalah “Urgensi Kesejahteraan Spiritual dan Kualitas Hidup dalam Proses Penyembuhan Pasien Covid-19”, Cintami menjelaskan pasien Covid-19 memiliki tingkat kekhawatiran yang tinggi yang dapat berakibat pada proses penyembuhan. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kesejahteraan spiritual memiliki kontribusi dalam proses penyembuhan pasien Covid-19. “Kesejahteraan spiritual yang dialami subjek penelitian selama isolasi mandiri yaitu ibadah kepada Tuhan, memaknai hidup, dan dukungan sosial”, ungkap Cintami.

Ditanya mengenai partisipasinya sebagai panelis, Cintami menyebut pengalaman menjadi panelis pada AICIS ke-20 sebagai pengalaman yang sangat berharga. Dengan tingkat kompetisi yang sangat ketat, hanya artikel terbaik yang akan diterima dan dapat dipresentasikan pada even bergengsi tersebut. Untuk rekan-rekan dosen dan sivitas akademika IAIN Pekalongan, Cintami berbagi tips agar dapat terpilih sebagai panelis dalam gelaran AICIS berikutnya. “Artikel yang dikirim hendaknya sesuai dengan tema AICIS dan dikaitkan dengan konsentrasi keilmuan kita, mengandung nilai kebaruan, dalam menentukan judul juga sebaiknya memiliki sisi keunikan,” papar Cintami.

Dr. H. Imam Khanafi, M.Ag., dan Cintami Farmawati, M.Psi saat ini tercatat sebagai dosen pada Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, IAIN Pekalongan. Selain berfokus pada tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian), kedua dosen tersebut diketahui memiliki tugas tambahan. Dr. H. Imam Khanafi, M.Ag., saat ini menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) periode 2021-2025. Sedangkan Cintami Farmawati, M.Psi memiliki tugas tambahan sebagai Sekretaris Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah masa bakti 2021-2025.


Reporter : Dimas Prasetya

Redaktur : Tim Humas Bagian Umum

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…