Lagi, Mahasiswa IAIN Pekalongan Sabet Prestasi Membanggakan

05 November 2021

Pekalongan (5/11) – Tim Karya Tulis Ilmiah (KTI) Al-Qur’an IAIN Pekalongan berhasil raih juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Al-Qur’an dalam rangkaian acara Pekalongan Quranic Festival yang diadakan oleh organisasi InisiatorQu. Even LKTI Al-Qur’an tingkat nasional ini dilaksanakan pada Sabtu-Minggu, 16-17 Oktober 2021 di gedung Amarta Kota Pekalongan dan Masjid Nurul Huda Pra’an Salakbrojo Kabupaten Pekalongan.

Tim KTI Al-Qur’an yang terdiri dari Bagus Purwo Nugroho, Nabilatul Khusna, dan Khoirunnisa merupakan mahasiswa semester 5 jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD). Dibimbing oleh Syamsul Bakhri, M.Sos, tim KTI IAIN Pekalongan mengangkat Judul “Optimalisasi Peranan Al-Qur’an dalam Difusi Inovasi Media di era Revolusi Industri 4.0 sebagai Pembentukan Karakter Generasi Muslim”. Melalui judul ini Tim KTI Al-Qur’an IAIN Pekalongan berhasil masuk tiga besar bersama dengan tim dari Universitas Tidar dan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan.

Menurut  Bagus Purwo selaku ketua tim, ada beberapa hal yang dipersiapkan dalam mengikuti lomba ini. “Dari awal tim kita rembugan tentang judul terlebih dahulu dan akhirnya telah disepakati judul tersebut, dan dari tim juga menyiapkan data referensi yang relevan untuk KTI ini,” tutur Bagus saat dihubungi melalui WhatsApp. Bagus juga menambahkan ia dan anggota tim menyiapkan mental sebaik mungkin guna menghadapi perlombaan. “Ketika ditanya oleh juri, kata saya kepada teman-teman, anggap saja kaya latihan skripsi dan sidang munaqasah,” tuturnya.

Bagus menambahkan bahwa untuk meningkatkan kekompakan dan kerja sama tim, anggota tim harus saling mendukung, tidak gegabah, selalu percaya diri, dan saling menampung pendapat satu sama lain. Keberhasilan dari tim ini juga karena melalui strategi yang tepat, yakni dengan menyiapkan bahan-bahan dan data-data yang berkaitan dengan judul KTI dan mengerjakan pembagian pembahasan secara padu. Bimbingan dengan dosen pembimbing juga sangat penting dilakukan agar karya ilmiah yang dibuat dapat tersusun dengan baik.

Syamsul Bakhri, M.Sos., dosen pembimbing tim KTI mengaku bangga dengan prestasi mahasiswa bimbingannya.  Syamsul yang tercatat sebagai dosen FUAD ini berharap mahasiswa yang ia bimbing dapat menjadi contoh bagi mahasiswa lain untuk berprestasi, dan dapat menjadi budaya akademik untuk siap berkompetisi di tingkat lokal maupun nasional.  Tidak hanya sampai di sini, Syamsul menegaskan akan terus mendampingi tim untuk mengembangkan karya-karya tulisnya. “Tim ini akan terus saya dampingi untuk belajar menulis, mengikuti berbagai perlombaan menulis, dan ikut menjadi anggota penelitian saya (dosen) agar semakin mengasah kemampuan menulisnya,” pungkasnya.

Ditanya kunci keberhasilan meraih juara II, Syamsul mengatakan bahwa keberhasilan tim adalah dengan membangun kedekatan semua anggota tim di luar kegiatan perlombaan seperti melakukan diskusi ringan bersama. Menanggapi prestasi ini, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FUAD Dr. H. Muhandis Azzuhri, Lc., M.A mengucapkan selamat kepada tim LKTI FUAD dan berharap prestasi ini dapat terus ditingkatkan. “Saya mengatakan bahwa tidak ada mahasiswa bodoh, yang ada adalah bakat yang masih terpendam yang belum ditemukan. Buat mahasiswa lain saya berpesan ayo percaya diri dan temukan bakat anda,” papar Muhandis.


Reporter  : Nizmatul Laely

Editor      : Dimas Prasetya

Redaktur  : Humas Bagian Umum

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…