Sebanyak 47 Mahasiswa Ikuti Seleksi Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an

14 November 2021

Pekalongan (14/11) – Guna memberikan penghargaan dan menambah motivasi mahasiswa, IAIN Pekalongan kembali membuka seleksi Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an tahun 2021.

Bertempat di Ruang 2.06 Gedung Pelayanan Terpadu Kampus 2 Kajen, seleksi dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis (11-12 November 2021). Dalam pelaksanaannya, seleksi Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an melibatkan Ma'had Al Jami'ah IAIN Pekalongan.

Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an terdiri dari dua kategori, kategori pertama adalah beasiswa tahfidz di bawah 30 juz dan kategori kedua beasiswa tahfidz 30 juz. Untuk beasiswa kategori di bawah 30 juz diikuti sebanyak 35 mahasiswa. Sedangkan kategori beasiswa tahfidz 30 juz diikuti oleh 12 mahasiswa. Pada hari pertama, Rabu (11/11) seleksi Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an dikhususkan untuk kategori pertama dan dilanjutkan pada hari kedua, Kamis (12/11) untuk kategori kedua.

Beasiswa Tahfidz merupakan salah satu wujud apresiasi dan motivasi khusus dari jenis beasiswa-beasiswa yang ada. Dengan adanya Beasiswa Tahfidz diharapkan dapat meningkatkan semangat hafalan Al-Qur’an bagi mahasiswa IAIN Pekalongan. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. H. Muslihin, M.Ag. “Dengan adanya beasiswa ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas inovasi khususnya dalam bidang ilmu Al-Qur’an, tentunya capaian ini juga sebagai bentuk peningkatan mutu mahasiswa baik secara akademik maupun non akademik,” tutur Muhlisin saat memberikan sambutan pembukaan seleksi beasiswa pada Rabu (11/11).

Muhlisin menambahkan pemberian Beasiswa Tahfidz juga merupakan salah satu perwujudan tagline IAIN Pekalongan yaitu Spirituality. Beasiswa tahfidz diharapkan menjadi pendorong dalam upaya menguatkan dan membumikan Al-Quran di kampus IAIN Pekalongan. “Beasiswa ini juga bentuk perwujudan tri dharma perguruan tinggi yang pertama yaitu pendidikan dan pengajaran, bagaimana ajaran-ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an mampu menjadi inspirasi yang bisa ditinjau dari beragam sisi. Dari sisi pengabdian, beasiswa ini juga sebagai pendekatan yang membangun kerja sama kepada mahasiswa karena nantinya mahasiswa akan terjun langsung dan memberikan banyak manfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.

Untuk kriteria penilaian, panitia telah menetapkan berbagai macam kriteria yang dinilai secara ketat oleh dewan juri. Adapun dewan juri yang terlibat pada seleksi tahap I yaitu Dr. Taufiqurrohman, M.Sy dan Qomariyah, M.S.I sedangkan di tahap II yakni Muhammad Mufid, M.Pd.I dan Khafid Abadi, M.H.I. Kriteria penilaian Beasiswa Tahfidz Tahun 2021 adalah hafalan yang berbobot 60%, Fashahah 10%, Tajwid 10%, Tartil 10%, dan Kejuaraan 10%.

Perwita salah satu peserta seleksi mengungkapkan, berbagai persiapan telah dilakukan demi kelancaran mengikuti tseleksi Beasiswa Tahfidz tahun 2021. “Di tahun sebelumnya saya sudah pernah mengikuti seleksi beasiswa tahfidz namun belum lolos, kemudian tahun ini saya ingin mencoba kembali sekaligus ajang peningkatan kualitas diri saya melalui hafalan Al Qur’an. Persiapan yang saya lakukan yaitu setiap hari selalu menggunakan metode muraja’ah dari juz pertama hingga terakhir agar dapat menjaga hafalan saya dan tidak lupa,” ungkapnya saat ditemui di lokasi seleksi. Perwita juga berharap beasiswa ini dapat rutin diadakan agar dapat menambah motivasi bagi mahasiswa agar terus dapat menghafal dan membumikan Al Qur’an.


Reporter   : Widiya Tri Handayani

Editor       : Dimas Prasetya

Redaktur  : Humas Bagian Umum

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…