Presiden Jokowi Lantik Dua Mahasiswa IAIN Pekalongan Jadi Personel Komponen Cadangan

26 November 2021

Pekalongan (26/11) – Dua mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan berhasil menyelesaikan pendidikan personel komponen cadangan tahun 2021. Dua mahasiswa tersebut adalah Zaidan Zulfa Athallah dari jurusan Akuntansi Syariah dan Muhammad Adrik Jawahirul Asdhaf dari jurusan Hukum Tata Negara.

Bersama 3.103 orang lainnya, keduanya resmi dilantik menjadi personel komponen cadangan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan didampingi oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Pelantikan dilakukan pada 7 Oktober 2021 di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Batujajar, Bandung, Jawa Barat.

Komponen cadangan merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Dilansir dari komcad.kemhan.go.id, komponen cadangan adalah sumber daya nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan guna memperbesar dan memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama (TNI). Ketika suatu saat ada bencana atau ancaman perang, maka personel komponen cadangan siap turun untuk membantu.

Dihubungi melalui WhatsApp, Muhammad Adrik Jawahirul Asdhaf salah satu mahasiswa yang berhasil lulus pendidikan komponen cadangan, mengatakan bahwa pada awalnya ia mendapatkan informasi tentang komponen cadangan pertahanan nasional Indonesia matra darat dari pembina Resimen Mahasiwa (Menwa) IAIN Pekalongan Serka Eko Winaryo. Dari situ, ia mengaku tertarik dan terpanggil untuk mendaftar program tersebut.

Adapun proses seleksi yang dilakukan hampir sama dengan seleksi masuk Tentara Nasional Indonesia, yaitu: rikmin/pemberkasan,  kesehatan jasmani, litpers/wawancara, dan tes psikologi. Adrik menambahkan, guna mengikuti program ini ia telah melakukan persiapan semaksimal mungkin. Di antaranya dengan menyiapkan kekuatan fisik dengan latihan push up, sit up, pull up, lari, dan berenang.

Kemudian persiapan lainnya yaitu dengan belajar psikotes, wawasan kebangsaan dan mental ideologi. “Alhamdulillah berkat usaha dan doa saya lolos seleksi masuk komponen cadangan, kemudian mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran selama 3 bulan yang bertempat di Rindam IV Diponegoro, Magelang,” tuturnya. Adrik mengaku hal ini menjadi sebuah pengalaman baru yang sangat berharga.

“Setelah melalui 3 bulan pendidikan di Rindam IV Diponegoro, kemudian dipersatukan dengan komponen cadangan seluruh Indonesia di Pusdiklatpassus Batujajar Bandung banyak pengalaman menarik yang saya dapatkan”, jelas Adrik. Pengalaman yang paling menarik, tambah Adrik, adalah pada saat latihan menembak dengan senjata asli (SS2 V5 A1 buatan PT PINDAD) dengan menggunakan peluru tajam.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. H. Muhlisin, M.Ag menyambut suka cita atas pelantikan 2 mahasiswa IAIN Pekalongan menjadi personel komponen cadangan. “Arti dari pelantikan ini, bahwa IAIN Pekalongan telah dipercaya oleh pemerintah sebagai bagian dari sistem yang diharapkan memberikan kontribusi dalam mempertahankan ketahanan nasional, khususnya membantu TNI,” tutur Muhlisin melalui pesan singkat.

Muhlisin menambahkan, sebagai bagian dari wujud tri dharma perguruan tinggi, IAIN Pekalongan berkewajiban untuk  membantu pemerintah dengan mengirimkan sumber daya manusia yang dibutuhkan dan memenuhi syarat untuk membantu program strategis di bidang pertahanan dan keamanan negara. "Di IAIN Pekalongan, kita punya UKM Resimen Mahasiswa yang tentunya turut memiliki kontribusi dalam penyediaan komponen cadangan," tutup Muhlisin.


Reporter  : Nizmatul Laely

Editor      : Dimas Prasetya

Redaktur  : Humas Bagian Umum

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…