Pascasarjana IAIN Pekalongan Gelar ICIS Ke-4 Tahun 2021

29 November 2021

Pekalongan (29/11) – Pascasarjana IAIN Pekalongan kembali menggelar International Conference on Islamic Studies (ICIS) yang ke-4 tahun 2021 pada 27 – 28 November 2021. Dilaksanakan secara virtual, konferensi internasional tentang studi Islam yang ke-4 ini mengusung tema “Religion and Global Innovation: Rethinking of Spiritual Contribution to Develop Harmony and Living Resilience”.

Pada sambutan upacara pembukaan, Direktur Pascasarjana IAIN Pekalongan Prof. Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag., menyampaikan tujuan dari penyelenggaraan ICIS ke-4 adalah sebagai upaya berkelanjutan untuk mengakomodasi pertukaran teori, informasi, dan hasil penelitian di antara para ahli studi Islam. Prof. Ade yang juga tercatat sebagai chairperson ICIS ke-4 menambahkan bahwa dalam konferensi internasional kali ini, panitia mengundang berbagai narasumber baik dari dalam maupun luar negeri.

Pada gelaran ICIS ke-4 terdapat 7 keynote speakers dari dalam dan luar negeri. Ketujuh keynote speakers tersebut adalah Prof. Adnan Basyar dari Brunei Darussalam, Prof. Hans-Christian Gunther dari Jerman, Prof. Dustin Cowell dari Amerika Serikat, Prof. Nadirsyah Hosen dari Australia, Prof. Sumanto Al Qurtuby dari Arab Saudi, Prof. Peter C. Taylor dari Australia dan Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom., dari Indonesia.

Sementara itu, Rektor IAIN Pekalongan Assoc. Prof. Dr. H. Zainal Mustakim, M.Ag., dalam sambutan upacara pembukaan ICIS ke-4 menyampaikan 3 hal terkait tema besar yang diangkat dalam konferensi internasional ini. Pertama, agama (red: Islam) seharusnya menjadi inspirasi dan solusi bagi permasalahan kehidupan umat manusia karena sejatinya agama lahir tidak di dalam ruang hampa tetapi agama lahir di dalam komunitas yang sudah memiliki tradisi dan budaya.

Dr. Zainal menegaskan bahwa agama islam selalu relevan dan sesuai dengan perkembangan zaman dan tempat. Kedua, bahwa agama tidak perlu dibenturkan dengan sains atau ilmu pengetahuan tapi seharusnya agama dan sains dapat saling menguatkan karena agama itu menjadi ruh atau spirit dari pengembangan sains. Ketiga, spiritualitas agama dapat terwujud dalam diri manusia jika manusia mampu memahami dan mengamalkan ajaran agama secara moderat, tidak secara radikal dan tidak pula liberal.

Setelah upacara pembukaan, acara dilanjutkan dengan paparan dari keynote speakers.  Pada hari pertama, paparan keynote speakers dibagi menjadi 2 sesi (pagi dan siang). Pada sesi pagi, ada 2 keynote speakers yang menyampaikan paparannya, yaitu Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom., dan Prof. H. Adnan Basyar. Pada sesi kedua (siang hari), pembicara kunci yang pertama adalah Prof. Hans-Christian Gunther sedangkan pembicara kunci yang kedua adalah Prof. Sumanto Al Qurtuby.


Reporter   : M. Ali Ghufron

Editor       : Dimas Prasetya

Redaktur   : Humas Bagian Umum

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…