Pascasarjana IAIN Pekalongan Sukses Selenggarakan ICIS 2021 Hari ke-2

30 November 2021

Pekalongan (30/11)International Conference on Islamic Studies (ICIS) adalah perhelatan konferensi internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Pascasarjana IAIN Pekalongan. Tahun 2021 adalah tahun keempat dari penyelenggaraan perhelatan konferensi internasional tersebut. Sejak 2018, Pascasarjana IAIN Pekalongan secara rutin menyelenggarakan event besar ini yang menyatukan para pakar di bidang kajian Islam.

Perhelatan akbar ini menjadi salah satu ajang sharing dan bertukar ilmu pengetahuan, hasil riset, dan informasi. Pada perhelatan ke-4 ini, konferensi internasional ICIS diselenggarakan secara virtual pada 27-28 November 2021, dan diikuti oleh 300 peserta (pembicara dan partisipan) dari berbagai negara. ICIS 2021 mengangkat tema “Religion and Global Innovation: Rethinking of Spiritual Contribution to Develop Harmony and Living Resilience”.

Pada pelaksanaan hari kedua, konferensi dibagi menjadi dua sesi, yaitu keynote session dan parallel session. Sesi pembicara kunci (keynote session) dimulai dari pukul 08:00 s.d. 14:00 WIB. Bertindak sebagai moderator ialah Titien Soewastiningsih, Ph.D. Pembicara kunci pertama adalah Prof. Dustin Cowell dari University of Wisconsin-Madison, USA. Beliau menyampaikan materi tentang “Mysticism: A Path to Tolerance and Social Harmony”. Dalam paparannya, Cowell berpendapat bahwa tradisi spiritual yang berbeda dapat memberikan kontribusi dalam menciptakan harmoni sosial, toleransi, dan saling menghormati antarsesama. Pembicara kunci yang kedua adalah Prof. Nadirsyah Hosen dari Monash University, Australia. Beliau berbicara tentang “Islamic Law, Freedom and the Sustainable Development Goals in Indonesia”. Dilanjutkan pembicara kunci yang ketiga yaitu Prof. Peter C. Taylor dari Murdoch University Australia. Beliau berbicara terkait “Transformative Education for a Sustainable World”.

Setelah keynote session, acara dilanjutkan dengan parallel session. Pada sesi ini, pemakalah dibagi ke dalam empat ruang (breakout Zoom) dan masing-masing ruang dipandu oleh seorang moderator venue. Pada sesi ini, pemakalah diberikan waktu masing-masing 15 menit untuk presentasi dan diskusi. Pemakalah diberikan pilihan untuk mempresentasikan makalah mereka dengan bahasa Inggris atau bahasa Arab. Acara sesi presentasi paralel ini berlangsung selama dua jam, 14:00 s.d. 16:00 WIB, kemudian acara dilanjutkan dengan closing ceremony.

Pada acara closing ceremony, ada penghargaan yang diberikan kepada tiga best papers dan empat best presenters tiap venue. Pada perhelatan ICIS ke-4 kali ini, tiga best papers diraih oleh: 1) Muhamad Subhi Apriantoro, 2) Diyah Nurul Fitriyati, Nur Hakimah, & Lilis Mulyawati, dan 3) Achmad Tubagus Surur & Ahmad Anas. Sementara, empat best presenters diraih oleh: 1) Abdul Ghofar, 2) Luluk Bani Saidah, 3) Salsabila, dan 4) Siska Fadhila, Milkhahtus Shaefah. Terakhir, acara perhelatan konferensi internasional ICIS ke-4 ini ditutup oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Pekalongan, Prof. Dr. Maghfur, M.Ag. Beliau menyampaikan harapannya terkait dengan penyelenggaraan perhelatan konferensi internasional ICIS ke depan tidak hanya fokus pada isu-isu kajian Islam monodisiplin, tetapi juga pada isu-isu multidisiplin dan bahkan cross-disciplinary.


Reporter  : M. Ali Ghufron

Editor      : Fachri Ali

Redaktur  : Humas Bagian Umum

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…