PSGA IAIN Pekalongan Adakan Diseminasi Hasil Riset Gender, Perempuan, dan Anak (Seri 1)

11 December 2021

Pekalongan (11/12) – Guna tingkatkan kualitas penelitian gender dan anak, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Pekalongan mengadakan diseminasi hasil riset seri pertama dengan tema “Perempuan Berdaya dan Pencapaian Sustainable Deveopment Goals: Menelisik Isu Perempuan Pekerja dan Perkawinan Anak di Indonesia”. Acara ini diselenggarakan secara virtual melalui zoom meeting pada 16 November 2021 dari pukul 08.00 s/d 12.20 WIB.

Diseminasi ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan sivitas akademika dalam bidang pengabdian dan penelitian, sebagai salah satu wujud mensosialisasikan, menginformasikan, menimbulkan kesadaran dan memanfaatkan informasi dari beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan oleh dosen di lingkungan IAIN Pekalongan. Acara ini dihadiri oleh 262 peserta yang berasal dari dosen, mahasiswa, Bappeda, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten dan Kota Pekalongan,  Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) kota Pekalongan, komunitas jaringan PSGA PTKIN dan lain-lain, yang diikuti dengan antusias hingga akhir acara.

Diseminasi hasil riset gender, perempuan dan anak ini diawali pembukaan dipandu oleh Muasomah, M.A. Dalam sambutannya, Ningsih Fadhillah M.Pd., selaku Ketua Pusat Studi Gender dan Anak IAIN Pekalongan mengutarakan bahwa isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan merupakan isu prioritas dalam kerangka pembangunan nasional sesuai dengan amanat Inpres No. 9 tahun 2000 tentang pengarusutamaan gender dalam pembangunan. Keterlibatan perempuan dalam agenda pembangunan berkelanjutan (SDG’s) memiliki makna yang penting, kaum perempuan harus memiliki tempat yang tepat di masyarakat, tidak ada kelompok yang tertinggal, khususnya perempuan dan anak.

Lebih lanjut, tutur Ningsih Fadhilah menuturkan dewasa ini ketimpangan gender dalam hal ketenagakerjaan masih sering terjadi di Indonesia, di antaranya terbatasnya akses perempuan terhadap kesempatan kerja, kecenderungan upah perempuan yang lebih kecil daripada laki-laki. Belum lagi persoalan perkawinan anak, tingginya kasus perkawinan anak yang kemudian dapat menghambat capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pencapaian Bonus Demografi, serta menghambat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) yang sudah menjadi komitmen global bersama. “Untuk itulah, praktik perkawinan anak ini harus segera dihentikan demi menyelamatkan generasi ke depan,” tegas Ningsih.

PSGA IAIN Pekalongan selaku penyelenggara acara ini sangat antusias dengan diselenggarakan acara diseminasi ini. Ningsih berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan sehingga bisa menjadikan riset gender dan anak sebagai sesuatu yang lebih menarik bagi semua kalangan, termasuk menyebarluaskan ide-ide gagasan serta temuan hasil riset yang berkontribusi bagi masyarakat yang lebih luas.

Hal ini didukung oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pekalongan Dr. Imam Kanafi, M.Ag., yang menyatakan bahwa telah banyak pegiat gender di IAIN Pekalongan. “Kondisi sosiokultural yang sudah menjadi sosiokonstruktif dianggap sebagai doktrin, sehingga perlu dilakukan pendekatan analisis transdisipliner sampai dengan akar permasalahan untuk memberikan solusi yang komprehensif dan efektif. Didukung oleh pemerintah, media, pengusaha perlu terlibat aktif dalam pemberdayaan perempuan dalam keberlanjutan kehidupan yang adil dan sejahtera,” tuturnya.

Kemudian acara dilanjutkan ke acara inti yang di moderatori oleh Tsalis Syaifuddin, S.Pd., M.Si. Narasumber pada kegiatan ini yaitu Dr. Iklilah Muzayyanah DF, M.S.I (Kepala Pusat Riset Gender Sekolah Stratejik Global Universitas Indonesia) dan Dr. Mufliha Wijayanti, M.S.I (Dosen dan Pegiat Gender pada jaringan Ulama Perempuan Indonesia_KUPI).  Adapun sebagai penyaji, Dr. Shinta Dewi Rismawati., M.H., dengan judul penelitian, “Asisten Rumah Tangga Perempuan di Ranah Publik: Sistem Perjanjian Kerja, Relasi Kuasa dan Politik Identitas (Studi Kasus di Kota Surakarta)”.

Penyaji berikutnya yaitu Dr.Trianah Sofiani, M.H., dengan judul penelitian: “Model Strategi Alternatif Pencegahan Perkawinan Anak di Kabupaten Rembang (Penguatan Wilayah Praktik Terbaik Menuju Zona Bebas Perkawinan Anak)”. Dan penyaji terakhir Iwan Zaenul Fuad, M.H., dengan judul penelitian: Pergeseran Ideologi Peran Gender dan Akibatnya Terhadap Stabilitas Perkawinan di Indonesia (Refleksi Atas Agenda Mdg’s dan Sdg’s Berkaitan Kesetaraan Gender).

Ketiga penyaji tersebut mendapatkan masukan yang luar biasa dari narasumber untuk kesempurnaan dan bisa menjadi bahan penelitian lanjutannya. Iklilah Muzayyanah menyampaikan apresiasinya atas riset-riset dosen IAIN Pekalongan yang didesiminasikan dan menyoroti isu fenomena perempuan yang saat ini masih selalu diperbincangkan dan diperjuangkan oleh komunitas gender, baik isu pekerja rumah tangga maupun perkawinan anak.

Isu pekerja rumah tangga adalah isu penting, gerakan gender mengubah isu Pekerja Rumah Tangga (PRT) mulai dari isu kultural menjadi isu professional, yang berimbas diperolehnya payung hukum yang jelas, keadilan dan akses perlindungan bagi pekerja. Diksi pekerja menempatkan PRT sebagai tenaga kerja, dan jenis pekerjaan PRT membutuhkan kemampuan dan keterampilan tertentu. “PRT merupakan kerja professional yang harus terpenuhi hak-hak dasar PRT sebagai pekerja, bukan pembantu atau assistant,” tegas Iklilah Muzayyanah.

Diakhir desiminasi, Iklilah muzayanah menyampaikan bahwa penting acara-acara diseminasi ini dijadikan sebagai pusat kajian riset-riset kontemporer yang bisa memperbarui temuan-temuan sebelumnya yang dapat berkontribusi pada pembangunan. Diseminasi ini diakhiri dengan penguatan dari masing-masing penyaji dan narasumber untuk kemajuan riset gender dan anak demi berkembangnya keilmuan.


Reporter   : Fitri Kurniawati dan Ningsih Fadhilah

Editor       : Dimas Prasetya

Redaktur   : Humas Bagian Umum

 

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…