Pimpinan IAIN Pekalongan Sambung Silaturahmi ke Keluarga Abdurrahman Wahid

24 December 2021

Pekalongan (24/12) – Pimpinan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan lakukan silaturahmi dengan keluarga KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Acara silaturahmi dimaksudkan untuk menyambung silaturahmi dengan keluarga Gus Dur sekaligus permohonan penggunaan nama KH. Abdurrahman Wahid sebagai nama Universitas Islam Negeri (UIN) Pekalongan.

Acara silaturahmi berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting pada Rabu (22/12). Dari IAIN Pekalongan, selain Rektor turut hadir dalam silaturahmi para Wakil Rektor, Ketua Senat, dan para Dekan. Pimpinan IAIN Pekalongan tersebut diterima dengan baik oleh Dr. Dra. Hj. Sinta Nuriyah Wahid, M.Hum yang merupakan istri dari Presiden Indonesia keempat, KH. Abdurrahman Wahid.

Dalam silaturahmi tersebut, Dr. Dra. Hj. Sinta Nuriyah Wahid, M.Hum mengungkapkan kebahagiaannya atas kunjungan virtual pimpinan IAIN Pekalongan terhadap keluarga Gus Dur. Sinta juga secara verbal memberikan izin dan restunya untuk penggunaan nama KH. Abdurrahman Wahid sebagai nama UIN Pekalongan. “Saya sangat bergembira dan juga berterima kasih IAIN Pekalongan akan menggunakan Gus Dur sebagai nama UIN Pekalongan,” kata Sinta.

Sinta menambahkan, dengan penggunaan nama KH. Abdurrahman Wahid maka akan mengambil teladan dari nama yang akan digunakan sebagai nama insitusi. Karena itu, Sinta berharap apa yang telah dilakukan oleh Gus Dur, terutama dalam hal kemanusiaan dan pluralisme dapat terejawantahkan di instutisi yang menggunakan namanya. “Keluarga Gus Dur sangat terhormat dengan penggunaan nama beliau dan mudah-mudahan suatu saat nanti, setelah pandemi ini tidak ada, saya bisa silaturahmi ke Pekalongan,” tutup Sinta.

Rektor IAIN Pekalongan Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag dalam silaturahmi tersebut menyampaikan bahwa Gus Dur merupakan sosok yang selalu membela kaum minoritas, isu-isu kemanusiaan dan keberagamaan. “Hal-hal tersebut menjadi tindak dan buah pikir dari KH. Abdurrahman Wahid, karenanya kita patut bangga Gus Dur dipilih menjadi nama UIN Pekalongan,” terang Zaenal.

Ditemui terpisah, Prof. Dr. Maghfur, M.Ag selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan menyebut setidaknya empat alasan pemilihan nama Abdurrahman Wahid sebagai nama UIN Pekalongan. Pertama, basis keilmuan yang dikembangkan oleh Abdurrahman Wahid adalah menautkan rasionalitas dan spiritualitas. Abdurrahman Wahid selalu berpikir dan bersikap kritis terhadap realitas sosial, politik dan agama. Kritisme menjadi kebutuhkan dasar bagi UIN Pekalongan untuk melahirkan sarjana yang memiliki kemampuan critical thinking, dan collaborative thinking.

Lanjut alasan kedua, Abdurrahman Wahid menempatkan Agama Islam sebagai inspirasi dalam tata kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Ketiga, Abdurrahman Wahid selalu berpihak kepada pihak-pihak yang tertindas, kaum minoritas, dan marginal. Dan Keempat, Abdurrahman Wahid mampu mendialogkan Islam dan negara dalam bingkai keindonesiaan yang majemuk dan plural.


Reporter  : M. Najmul Afad

Editor      : Dimas Prasetya

Redaktur  : Humas Bagian Umum

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…