Awal Tahun 2022, IAIN Pekalongan Tambah Dua Doktor dan Satu Guru Besar

09 January 2022

Pekalongan (9/1) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan sambut awal tahun 2022 dengan kabar membahagiakan. Dua Dosen IAIN Pekalongan Dr. Nur Kholis, M.A., dan Dr. Nanang Hasan Susanto, M.Pd.I., berhasil lulus dalam ujian terbuka sidang doktor di UIN Walisongo Semarang pada tanggal 5 dan 6 Januari 2022.

Sama-sama meraih doktor dalam bidang Studi Islam, Nur Kholis mengajukan judul disertasi “Strategi Pemberdayaan Guru Berbasis Manajemen Mutu di SD Islam Pekalongan (Studi di SDIT Ulul Albab, SDIT Islam Gondang dan SD Muhammadiyah Paesan). Sedangkan Nanang mengangkat judul disertasi "Ideologi Pendidikan Sekolah Islam Terpadu Kota Pekalongan: Relasi antara Pendidikan, Islam dan Negara”.

Selain menambah dua doktor baru, pada awal tahun 2022 IAIN Pekalongan juga menambah satu guru besar/profesor baru. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim per tanggal 3 Januari 2022 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen memutuskan, Dosen Pascasarjana IAIN Pekalongan Prof. H. Makrum Kholil, M.Ag diangkat sebagai Guru Besar dalam bidang Fiqh/Fiqh Siyasah.

Dengan penambahan satu Guru Besar, maka saat ini IAIN Pekalongan total telah memiliki tiga Guru Besar. Selain Prof. Dr. H. Makrum Kholil, M.Ag., dua dosen yang sebelumnya telah resmi meraih gelar Guru Besar/Profesor adalah Prof. Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag., Guru Besar dalam bidang Ilmu Fiqh dan Prof. Dr. Maghfur, M.Ag., Guru Besar dalam bidang Ilmu Studi Islam.

Ditemui secara langsung di ruang kerjanya, Makrum menuturkan bahwa gelar profesor yang ia raih merupakan hasil dari perjalanan panjang yang telah dilalui. Ia mengawali pendidikan dasarnya, SDN dan Madrasah Diniyah di desanya di Demak, lalu melanjutkan ke MI dan MTs Khoiriyah Waturoyo, Margoyoso, Pati (lulus pada 1978 dan 1981), serta di SMP PGRI Margoyoso, Pati (lulus, 1981), dengan nyantri di Ponpes Djannatul Huda (PPDH).

Kemudian ia melanjutkan pendidikannya ke MA NU Demak (lulus, 1984) dengan nyantri di Ponpes Al-Fattah, S1 IAIN Walisongo Semarang (lulus, 1989), S2 IAIN Sumatera Utara Medan (lulus, 1998), dan terakhir S3 di UIN Syahid Jakarta (lulus, 31 Januari 2008). Setamat dari S1 tahun 1989, Makrum menjadi asisten dosen di IAIN Semarang pada 1990-1992. Kemudian pada 14 Agustus 1992, pindah ke IAIN Pekalongan sampai sekarang.

Dari perjalanan panjang yang dilalui, Makrum mengakui telah menempa banyak hiruk pikuk kehidupan. Ia menyebut, setiap orang yang ingin sukses maka harus bekerja keras, disiplin, tangguh, dan berintegritas. “Perlu memegang prinsip seperti air mengalir, yang selalu mencari jalan keluar ketika dihadang; atau seperti naik sepeda, yang harus melaju jika tidak ingin jatuh. Naik sepeda akan jatuh jika berhenti. Artinya, kita harus berjuang dan bekerja keras tanpa henti,” paparnya.

Dalam bahasa Al-Qur’an diistilahkan dengan tawashou bil haq wa tawashou bis shobr, yakni strategi menata hidup dengan rangkaian target yang direncanakan secara matang. “Karena yang ditarget saja kadang bisa meleset, apalagi yang tanpa target,” tambahnya. Karena itu, ia berpesan kepada sivitas akademika IAIN Pekalongan, “i’maluu fasayarallau amalakum wa rasuluhu wal mu’minun bekerja dan berkarya-lah, maka Allah akan melihat karyamu, (demikian pula) Rasul-Nya dan orang-orang mukmin".


Reporter  : Anik Maghfiroh

Editor      : Dimas Prasetya

Redaktur  : Humas Bagian Umum

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…