Akselerasi Pembangunan Masjid Agung IAIN Pekalongan, CPNS Angkatan 2021 Tanam Infak 

16 April 2021

Pekalongan (15/4) – Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) IAIN Pekalongan Angkatan 2021 menyerahkan infak untuk pembangunan Masjid Agung IAIN Pekalongan sebesar 15 juta rupiah. Penyerahan infak dilaksanakan pada 15 April 2021 bertempat di ruang kerja Rektor IAIN Pekalongan.

Infak diserahkan oleh perwakilan CPNS 2021, Fachri Ali, M.Pd kepada Rektor IAIN Pekalongan, Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag. Turut menyaksikan penyerahan infak yakni Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Drs. Moh. Muslih, Ph.D., Ketua Panitia pembangunan Masjid, H. Achmad Djaiz Ch, S.Ag. dan Bendahara pembangunan Masjid, Drs. H. Subadi, ST. 

Usai menerima infak, Rektor IAIN Pekalongan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada CPNS angkatan 2021 atas infak yang telah diberikan. Rektor mengungkapkan bahwa penyerahan infak CPNS angkatan 2021 dapat mendukung percepatan pembangunan Masjid Agung IAIN Pekalongan yang berlokasi di Kampus II Rowolaku Kajen. “Terima kasih saya ucapkan untuk CPNS angkatan 2021, semoga infak dari teman-teman CPNS menjadi keberkahan dan amal jariah yang insya Allah pahalanya selalu mengalir,” ungkap Rektor. 

Pada kesempatan tersebut, Rektor mengajak seluruh keluarga besar IAIN Pekalongan untuk mendukung pembangunan Masjid Agung IAIN Pekalongan. Rektor sendiri berkomitmen akan menyumbang 1,5 juta rupiah per bulan sampai dengan pembangunan masjid selesai. Pernyataan Rektor tersebut disaksikan Wakil Rektor II, Ketua dan Bendahara panitia pembangunan Masjid IAIN Pekalongan. Rektor juga menghimbau agar seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan IAIN Pekalongan untuk terus berkontribusi guna akselerasi pembangunan Masjid Agung. “Saya mengajak rekan-rekan dosen dan tendik agar dapat terus berkontribusi untuk pembangunan Masjid Agung secara rutin setiap bulan, berapa pun nominalnya,“ pungkas Rektor. 

Senada dengan Rektor, Ketua Panitia pembangunan Masjid, H. Achmad Djaiz Ch, S.Ag., mengharap donasi dan infak dari seluruh keluarga besar IAIN Pekalongan, alumni maupun masyarakat umum yang insya Allah sepenuhnya digunakan untuk pembangunan Masjid. Achmad Djaiz mengungkapkan bahwa pembangunan Masjid Agung IAIN Pekalongan membutuhkan komitmen kita bersama, mengingat biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Lebih lanjut, Achmad Djaiz menuturkan bahwa pembangunan Masjid Agung IAIN Pekalongan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan alokasi anggaran (infak) yang masuk. “Saat ini pembangunan masjid masih terus berlangsung”, ungkap H. Acmad Djaiz. 

Pembangunan Masjid Agung IAIN Pekalongan resmi dimulai pada bulan Agustus 2020. Proses pembangunan Masjid Agung diawali dengan peletakan batu pertama (ground breaking) oleh Bupati Pekalongan dan didampingi Rektor IAIN Pekalongan. Ground breaking juga dihadiri unsur Muspida Kabupaten Pekalongan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan sivitas akademika IAIN Pekalongan. Masjid Agung IAIN Pekalongan dibangun di atas lahan 1.600 meter per segi, bangunan dua lantai dengan proyeksi kebutuhan anggaran sebesar Rp. 25 Miliar. Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, pembangunan Masjid tidak boleh menggunakan alokasi dana Pemerintah, baik dari sumber anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Oleh karenanya, pembangunan Masjid Agung IAIN Pekalongan sepenuhnya mengandalkan swadaya, baik dari internal sivitas akademika IAIN Pekalongan maupun dari masyarakat umum.


Reporter : Dimas Prasetya
Editor     : Saiful Anam
Redaktur : Humas Bagian Umum

 

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…