Syiar Ramadhan 1442 H, IAIN Pekalongan Gelar Kajian KeIslaman

22 April 2021

Pekalongan (22/04) - Selama bulan suci Ramadhan 1442 H/2021 M, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan menyelenggarakan acara Syiar Ramadhan dengan serangkaian acara kajian keislaman. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas akademika IAIN Pekalongan selama bulan Ramadhan pada waktu yang berbeda-beda mulai pukul 12.30 – 17.30 WIB setiap harinya.

Mengingat kondisi saat ini masih pandemi Covid-19, maka kegiatan kajian keislaman diselenggarakan secara daring (online) melalui beberapa platform, seperti Zoom Meeting, Instagram, dan kanal YouTube IAIN Pekalongan. 

Kajian keislaman tersebut meliputi kajian kitab-kitab klasik karya para ulama salaf (kitab turats) dan kajian Islam kontemporer. Narasumber kegiatan ini diisi oleh para dosen IAIN Pekalongan yang memiliki keahlian khusus di bidang kajian keislaman. Adapun kitab-kitab yang dikaji di antaranya adalah kitab-kitab Fiqh (seperti Fathul Qarib, Al-Asybah wa an-Nazhair, Umdatu as-Salik Wa Uddatu an-Nasik, dan Al-Ibanah Wal Ifadhah Fi Ahkamil Haidh wan Nifas Wal Istihadhah), kitab-kitab Akhlaq (seperti Adab al-Alim wal Muta’allim dan Akhlaq al-Muslim 'Alaaqatuhu bi al-Mujtama'), dan lain-lain. 

 

Di antara narasumber dalam kajian keislaman ini adalah Dr. K.H. Muhammad Fateh, M.Ag., dengan kajian kitab Hikmatut Tasyri’ wa Falsafatuhu yang dikarang oleh Syeikh Ali Ahmad Al-Jurjawi, seorang ulama masyhur yang juga lulusan sekaligus pengajar di Universitas Al-Azhar Mesir. Dari kajian kitab ini, beliau menyampaikan 3 (tiga) bab, yaitu hikmah shalat, hikmah puasa, dan hikmah zakat. Pemateri yang lain, Dr. K.H. Ahmad Ubaedi Fathuddin, M.A., yang menyampaikan kajian kitab Adab al-Alim wal Muta’allim karangan Hadratus Syeikh Muhammad Hasyim ‘Asy’ari, yang mana kitab ini berisi tentang adab/etika orang berilmu dan pencari ilmu.

Sementara itu, K.H. Hasan Su’aidi, M.S.I mengulas perilaku muslim dalam berinteraksi sosial dengan mengkaji kitab Akhlaq al-Muslim 'Alaaqatuhu bi al-Mujtama' sebagai sumber rujukan. Kitab tersebut merupakan salah satu kitab karangan Syeikh Wahbah az-Zuhaili, seorang ulama kontemporer asal Suriah yang sangat terkenal kealimannya. “Salah satu yang disinggung oleh penulis kitab, bahwa banyak hal yang perlu diperhatikan oleh seorang muslim dalam berinteraksi dengan sesama. Kesalehan seseorang tidak hanya bergantung pada sebaik apa ia beribadah kepada sang Khaliq, tetapi juga sejauh mana ia berinteraksi sosial dengan sesama makhluk”, tutur K.H. Hasan Su’aidi. 

Kitab lain yang dikaji dalam Syiar Ramadhan ini adalah kitab Al-Asybah wa an-Nazhair karya Jalaluddin As-Suyuthi dan Umdatu as-Salik Wa Uddatu an-Nasik karya Ibnu an-Naqib yang diampu oleh Kyai Mujib Hidayat, M.Pd.I setiap habis subuh selama bulan Ramadhan. Terdapat pula kajian kitab Fathul Qarib karya Ibnu Qosim al-Ghazi yang diampu Dr. H. Zawawi, M.A. Kitab Fathul Qarib berisi ulasan hukum Islam (fiqh) yang biasa dijadikan sumber rujukan primer di lembaga pendidikan Islam salafiyah atau Madrasah Diniyah. Selain itu, juga ada kajian kitab Al-Ibanah Wal Ifadhah Fi Ahkamil Haidh wan Nifas Wal Istihadhah karangan Syeikh Habib Abdur Rahman bin Abdul Qadir as-Segaf  yang diampu oleh Ustadz Irfandi, M.H. 

Ustadz Irfandi, M.H. menjelaskan bahwa kitab Al-Ibanah merupakan kitab hukum yang berhubungan dengan perempuan, seperti haid, nifas, istihadhah, keputihan, dan kaitannya dengan ibadah wajib seperti shalat dan puasa. Oleh karena itu, mengkaji kitab ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan sah atau tidaknya ibadah wajib seorang perempuan. “Mengkaji kitab-kitab salaf sangat penting dan urgen sebagai bekal dalam beribadah sehari-hari, disamping juga dapat membentuk kepribadian yang inklusif dan moderat dikarenakan pemahaman epistemologi Islam yang menyeluruh diperoleh dari kajian kitab-kitab primer tersebut”, ujar Ustadz Irfandi. 

Selain kajian kitab-kitab yang disebutkan di atas, kegiatan Syiar Ramadhan 1442 H di IAIN Pekalongan juga diisi dengan Tilawah Online, Tabligh Sastra, Khotmil Qur’an, Teras Moderasi Beragama, Ngaji Budaya dan Tadarus Puisi Ramadhan, Public Speaking & Selling Secret, dan penanaman nilai-nilai luhur Pancasila bagi generasi milenial. Tidak hanya itu, kegiatan yang berorientasi pada kesehatan jasmani juga diselenggarakan dalam Syiar Ramadhan ini, seperti Fun Climbing. Khusus untuk kegiatan yang tidak bisa dilakukan dengan cara online, seperti Fun Climbing, maka kegiatan dilaksanakan dengan cara offline namun tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.


Penulis    : M. Ali Ghufron
Editor      : Saiful Anam
Redaktur : Humas Bagian Umum

 

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…