IAIN Pekalongan Tuntaskan Rangkaian Vaksinasi Covid-19

28 April 2021

Pekalongan (28/4) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis 2 untuk dosen dan tenaga pendidik (tendik) yang bekerja di wilayah kampus II IAIN Pekalongan, Kajen, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan vaksinasi Covid-19 dosis 2 ini merupakan penutup dari rangkaian vaksinasi untuk dosen dan tendik di lingkungan IAIN Pekalongan baik dari kampus I maupun kampus II. Kegiatan vaksinasi diselenggarakan pada Selasa, 27 April 2021, bertempat di Ruang Lobi Gedung FTIK Lantai 1, kampus II IAIN Pekalongan.

Kegiatan vaksinasi dosis 2 ini kembali difasilitasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan dan sebagai tim lapangan ditunjuk tim medis dari Puskesmas Paninggaran. Adapun jumlah personel yang terlibat sejumlah 14 (empat belas) orang, terdiri dari dokter, perawat dan tenaga medis lainnya. Dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, pada kegiatan ini para penerima vaksin wajib menunjukkan kartu vaksinasi dosis 1 yang telah diberikan sebelumnya dan identitas diri (KTP) untuk pendataan, karena basis data vaksinasi ini adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diakses secara online. 

Ditemui terpisah, Rektor IAIN Pekalongan, Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh kegiatan vaksinasi Covid-19 dosis 1 dan dosis 2 untuk dosen dan tendik di lingkungan IAIN Pekalongan. Meskipun belum bisa menyasar seluruh pegawai, Rektor mengatakan rangkaian kegiatan Vaksinasi Covid-19 ini merupakan salah satu ikhtiar bagi IAIN Pekalongan untuk menguatkan imunitas pegawai dan membentuk kekebalan tubuh secara kelompok. Tak lupa, Rektor juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinkes Kota dan Kabupaten Pekalongan yang telah memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di lingkungan IAIN Pekalongan. 

“Terima kasih kepada seluruh jajaran Dinkes Kota dan Kabupaten Pekalongan yang telah memfasilitasi penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 bagi dosen dan tendik di lingkungan IAIN Pekalongan. Semoga kerja keras tim medis Dinkes dapat menekan penularan Covid-19 di IAIN Pekalongan khususnya, dan umumnya masyarakat Kota dan Kabupaten Pekalongan”, ucap Rektor. Rektor juga mendo’akan kepada para pejuang kesehatan, semoga senantiasa diberikan kelancaran dalam bertugas dan usaha Dinkes dalam memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 menjadi ladang ibadah, apalagi momen di bulan puasa (Ramadhan_red), pungkasnya. 

Kepala Puskesmas Paninggaran sekaligus Ketua Tim Vaksinasi Covid-19, dr. Novita Margie menyampaikan bahwa penyuntikan vaksinasi dosis 2 sebagai booster untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari bahaya virus Covid-19, bukan untuk membasmi virus corona yang masuk dalam tubuh. Prasangka sebagian masyarakat selama ini keliru yang berpandangan bahwa dengan telah divaksinasi, maka bebas dari Covid-19. “Perlu dingat, seseorang yang telah divaksinasi bukan berarti bebas dari terjangkitnya virus corona, namun vaksinasi ini berguna menguatkan imunitas tubuh dan apabila tertular virus corona, maka berada di tingkat keparahan yang rendah,” jelas dr. Novita. 

Lebih lanjut, dr. Novita menambahkan agar bagi dosen dan tendik yang telah divaksinasi dosis 2 dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari tetap mematuhi protokol kesehatan. Begitu pula, dalam kaitannya dengan menjalani ibadah puasa bagi dosen dan tendik, baik yang sudah divaksin atau pun yang belum agar selalu menjaga imunitas tubuh. “Makanan sangat berpengaruh ya untuk imunitas tubuh, salah satunya saat buka puasa jangan selalu dengan minum air es dan makan gorengan. Upayakan perbanyak konsumsi buah dan sayur,” terangnya. 

Sementara itu, salah satu peserta vaksinasi dari kalangan dosen, H. Mubarok M.S.I., menyampaikan pengalamannya setelah divaksinasi dosis 2. “Alhamdulillah rasanya lebih tenang dan rileks setelah penyuntikan dosis 2 ini, meskipun penyuntikannya sedikit lebih sakit (terasa pegal-red) dibanding yang pertama”, tuturnya. H. Mubarok yang juga menjabat Ketua Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syari’ah menyatakan kebahagiaannya telah selesai divaksin dan berharap agar pembelajaran tatap muka (PTM) bisa segera dilaksanakan. “Semoga dengan vaksin ini, kita dijauhkan dari segala penyakit termasuk corona, dan kampus kita bisa segera melaksanakan PTM,” tutupnya. 


Reporter : Dimas Prasetya
Editor     : Saiful Anam
Redaktur : Humas Bagian Umum

 

 

 

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…