IAIN Pekalongan Gelar Eid Zoom Fitri 1442 H

19 May 2021

Pekalongan (19/5) – Memasuki bulan Syawal dalam suasana pandemi Covid-19, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan menggelar acara Halal bi Halal secara virtual guna mengisi kemenangan Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Halal bi Halal virtual berjalan dengan khidmat tanpa mengurangi esensi silaturahmi, meski seluruh keluarga besar IAIN Pekalongan tidak bertemu secara fisik (daring). Dengan tajuk Eid Zoom Fitri 1442 H, Halal bi Halal dilaksanakan pada Selasa, 6 Syawal 1442 H / 18 Mei 2021 di Gedung Rektorat Lantai 2 Kampus I IAIN Pekalongan, Jl. Kusuma Bangsa No. 9 Kota Pekalongan. 

Tema Halal bi Halal “Mari Sucikan Diri, Bersihkan Hati Dengan Saling Memaafkan, Jadikan Idul Fitri Sebagai Sarana Mempererat Silaturahmi” ini dihadiri secara fisik di tempat acara oleh Rektor beserta para Wakil Rektor IAIN Pekalongan. Sementara seluruh civitas akademika IAIN Pekalongan terhubung secara virtual di tempat kerja masing-masing melalui saluran Zoom Meeting dan Live Streaming YouTube Channel IAIN Pekalongan. Acara dimulai dengan sambutan Rektor IAIN Pekalongan, disambung dengan Mauidhoh Hasanah dan dilanjutkan dengan silaturahmi secara daring antar pimpinan dengan civitas akademika di lingkungan IAIN Pekalongan. 

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Pekalongan Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag. mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H kepada seluruh keluarga besar IAIN Pekalongan. Rektor mengajak seluruh civitas akademika IAIN Pekalongan untuk kembali kepada fitrah (keadaan yang suci_red) dengan saling memaafkan dan saling merajut tali silaturahmi. “Atas nama pribadi, keluarga dan pimpinan IAIN Pekalongan, saya memohon maaf atas segala salah dan khilaf dan semoga melalui Halal bi Halal Virtual ini, silaturahmi keluarga besar IAIN Pekalongan terus terjaga,” tutur Rektor. 

Rektor IAIN Pekalongan menambahkan bahwa bulan Syawal hendaknya dijadikan sebagai momentum peningkatan amaliah, baik amaliah yang berhubungan langsung dengan Allah SWT (Hablun Minallah), maupun amaliah yang berhubungan dengan interaksi antar individu (Hablun Minannas). “Setelah Ramadhan usai dengan segala rangkaian ibadah puasa selama satu bulan penuh, semoga ritual ibadah kita kepada Allah SWT semakin baik. Begitu pula dengan halal bi halal ini, semoga dapat mempererat silaturrahmi dan bersinergi untuk meningkatkan produktivitas, baik dalam segi kualitas kinerja maupun pelayanan”, jelas Rektor. 

Lebih lanjut, Rektor menguraikan bahwa dalam rangka meningkatkan produktivitas kualitas kinerja, masing-masing individu diharapkan dapat menciptakan pola kerja yang efektif dan efisien dengan segala inovasi yang dapat mendukung dan mempercepat terselesainya pekerjaan. Sedangkan produktivitas dalam pelayanan, hendaknya berorientasi pada terlayaninya stakeholders IAIN Pekalongan secara prima dan memuaskan. Rektor yakin dengan meningkatnya produktivitas kualitas kinerja dan produktivitas kerja yang orientasi pada pelayanan, maka IAIN Pekalongan akan semakin maju dan profesional. “Pelayanan yang sudah baik agar ditingkatkan lagi, dan peningkatan pelayanan ini wajib dilakukan pada semua level, baik di di tingkat Institut, fakultas hingga jurusan,” tutup Rektor. 

Sementara itu, Dr. K.H. Mohammad Fateh, M.Ag. saat penyampaian Mauidhoh Hasanah mengungkapkan bahwa semua amaliah yang dilakukan saat bulan Ramadan tidak akan diterima oleh Allah SWT, jika antar individu tidak saling memaafkan. Momentum Syawal melalui kegiatan Halal bi Halal adalah sarana yang baik antar individu untuk saling memaafkan. Namun Fateh mengingatkan bahwa maaf memaafkan ini tidak termasuk hal-hal yang berkaitan dengan harta benda atau hak-hak orang lain (haqul adami).  “Jika dosa dan salah yang berhubungan dengan harta benda (hutang piutang misalnya) atau belum diselesaikannya hak-hak yang lain, maka piutang dan hak-hak lain tersebut wajib ditunaikan terlebih dahulu, baru kemudian saling memaafkan dan mengikhlaskan kesalahan yang telah dilakukan sebelumnya,” jelas Fateh. 

Fateh yang juga menjabat Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Syari’ah IAIN Pekalongan menambahkan bahwa terdapat tiga akhlak yang paling baik dan mulia di sisi Allah SWT. Tiga akhlak tersebut adalah pertama, menyambung silaturahmi terhadap orang yang memutus persaudaraan. Kedua, memberi sesuatu kepada orang yang tidak pernah memberi (pelit) kepada kita. Dan yang ketiga, memaafkan dengan tulus dan ikhlas kepada orang yang menganiaya atau berbuat dholim dengan kita. Ketika masing-masing individu mampu melaksanakan tiga akhlak tersebut, maka sempurnalah ibadah puasa dan amaliah lain yang telah dilakukan selama bulan Ramadhan, tutup Fateh. 

Acara dilanjutkan silaturahmi virtual dengan dipandu host, Moh. Muslih, Ph.D yang juga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan IAIN Pekalongan. Dalam pengantarnya, Muslih menyampaikan bahwa hidup akan lebih bermakna jika setiap individu saling memaafkan. Dengan prinsip metamotif, hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih dari hari ini. Jika IAIN Pekalongan berpegang pada prinsip ini, niscaya IAIN Pekalongan ke depan akan semakin berprestasi dan berreputasi. Selanjutnya Muslih mempersilahkan pimpinan unit kerja di lingkungan IAIN Pekalongan untuk menyampaikan statemen Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan permohonan maaf mewakili seluruh dosen dan pegawai yang berada di wilayah kerjanya. Acara ditutup dengan do’a dan foto bersama sebagai dokumentasi.


Reporter : Dimas Prasetya
Editor     : Saiful Anam
Redaktur : Humas Bagian Umum

 

 

 

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…