Rumuskan Visi keIlmuan UIN, IAIN Pekalongan Gelar FGD

20 May 2021

Pekalongan (20/5) - IAIN Pekalongan menggelar Focus Group Discussion Merumuskan Visi Keilmuan UIN pada Rabu, 19 Mei 2021 di ruang Sidang lantai 3 Rektorat. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor IAIN Pekalongan, Para Wakil Rektor, Dekan/ Direktur, Ketua Lembaga dan Sekretaris, serta Wakil Dekan 1 IAIN Pekalongan dengan Keynote Speaker Prof. Dr. Phil, Nur Kholis Setiawan, M.A.

Dr Maghfur MAg, Wakil Rektor Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, moderator acara ini menyampaikan bahwa “FGD ini bertujuan untuk mencari jati diri terkait keilmuan di UIN Pekalongan. Visi keilmuan yang berbeda dengan UIN lainnya, sehingga IAIN Pekalongan perlu memiliki distingsi dalam merumuskan visi keilmuan”.

Sementara Rektor IAIN Pekalongan dalam sambutan membuka acara menuturkan, “IAIN Pekalongan merupakan salah satu dari 10 PTKIN yang mengajukan transformasi kelembagaan dari IAIN Ke UIN sebelum diberlakukannya monotarium hingga tahun 2024. FGD ini penting dengan tujuan untuk mencari jati diri terkait keilmuan di UIN Pekalongan. Visi keilmuan yang pernah diajukan oleh IAIN Pekalongan dalam transformasi ke UIN Pekalongan ialah “harmonisasi ilmu”.

Prof. Dr. Phil, Nur Kholis Setiawan, M.A, profesor yang pernah menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Agama ini memberikan catatan khusus atas Visi Keilmuan UIN Pekalongan. “Tatkala Islam sebagai basis keilmuan, maka harus dirumuskan visi keilmuan yang jelas sebagai kekhasan dari Islamic Studies. Islamic Studies sebagai spesialisasi bidang keilmuan merupakan sebuah keniscayaan untuk bertansformasi menuju UIN.”

Profesor muda kelahiran Kebumen ini menyebut “Ilmu sejatinya tidak berjenis kelamin, maka epistemologi keilmuan dalam Islam diinjeksi kepada khosyatullah dan adjugmentnya adalah kemanusiaan”.

Prof Kholis juga menyampaikan bahwa, transformasi menuju UIN sebagai upaya dalam perluasan akses, peningkatan mutu tata kelola, dan signifikasi. Dalam transformasi kelembagaan jangka panjang perlu disiapkan tim-tim yang konsen dalam tim alih status termasuk merancang distingsi keilmuan yang ditawarkan, tim akselerasi menuju BLU, serta tim hidden system. Ia juga menawarkan University Service atau Universitas berbasis Pemberdayaan sebagai distingsi dari kampus-kampus lainnya.

Beliau menutup diskusi siang itu dengan motivasi yang dikutip dalam syiir dari kitab Al Hikam karya Ibnu Athoillah Asakandari Hikamah ke 27  من أشرقت بدايته أشرقت نهايته

Barangsiapa yang awalnya cemerlang maka akhirnya akan cemeralang. Ketika kita sudah punya planning alih status, diawal persiapannya dan prosesnya terus dipantau dan dijalani maka insya Allah akhirnya akan cemerlang.

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…