Optimalisasi Tata Kelola Mahasiswa dan Alumni, IAIN Pekalongan Adakan FGD

14 October 2021

Pekalongan (14/10) – Sebagai bentuk optimalisasi tata kelola dan wujud komitmen pelayanan kepada mahasiswa dan alumni, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan selenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Buku Pedoman Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama. Kegiatan FGD dilaksanakan pada Senin (11/10) di Gedung Pertemuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Kampus Kajen.

Mengusung tema “Tata Kelola Organisasi Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama dalam Mewujudkan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar di Era Digital” acara dihelat selama sehari penuh dimulai pukul 08.00 s/d 16.00 WIB. Peserta pada kegiatan ini terdiri dari tiga unsur yaitu 1) Pimpinan IAIN Pekalongan seperti para dekan, Wakil Dekan 3, serta Kepala Unit dan Lembaga; 2) Unsur mahasiswa yang diwakili para ketua Organisasi Kemahasiswaan; serta 3) Perwakilan alumni. Guna mendukung kesuksesan acara hadir sebagai pemateri, yakni Feriyadi, ST. MT dari Telkom University dan MF Nurhuda Yusro, anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi Agama dan Sosial. 

Dr. H. Muhlisin, M.Ag., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan tata kelola kemahasiswaan, alumni dan kerjasama yang ditandai dengan terbitnya tiga buku pedoman yaitu Buku Pedoman Kemahasiswaan dan Alumni, Buku Panduan Kerjasama dan Buku Pedoman Tracer Study.  Lebih lanjut ia menyatakan bahwa penyusunan Buku Pedoman Kemahasiswaan merupakan hal yang penting sebagai bentuk respon penyesuaian terhadap kebijakan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar. “Organisasi mahasiswa juga perlu menyesuaikan dengan atmosfer digital serta merancang dan melaksanakan program kerja yang berorientasi pada peningkatan kompetensi sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI),” papar Muhlisin. 

Terkait dengan kerja sama, Muhlisin mengungkapkan bahwa kerja sama merupakan sesuatu yang pasti dalam segala lini kehidupan, termasuk dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi memastikan adanya kerja sama dengan berbagai institusi atau lembaga lain sesuai dengan leading sector masing-masing fakultas. “Kerja sama harus kita optimalkan agar capaian kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan dapat diraih dengan maksimal,” tegasnya.  Sedangkan berkaitan dengan alumni, Muhlisin menjelaskan bahwa jejaring alumni IAIN Pekalongan yang berjumlah 13.000 orang perlu diperkuat hingga pada akhirnya dapat berkontribusi untuk IAIN, khususnya dalam memberikan peluang untuk adik-adik tingkatnya. 

Nurhuda Yusro, dalam paparannya menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tantangan dalam melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi yang relevan untuk dunia kerja saat ini. Hal ini disebabkan dengan peralihan masyarakat dan pola industri yang kian digital.  Karena itu perguruan tinggi diharapkan dapat merumuskan profil lulusan yang sesuai dengan KKNI. “Untuk memastikan profil lulusan mempunyai kompetensi yang relevan tersebut harus dipastikan minimal dengan mahasiswa dibekali dengan standar kompetensi kerja yang sesuai,” jelas Nurul Huda. Standar kompetensi kerja merupakan rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja. 

Berkaitan dengan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), Nurhuda Yusro menyebut berdasarkan Keputusan Dirjen Pendis Kemenag RI No 7290 Tahun 2020 telah dijelaskan secara komprehensif mengenai kebijakan MBKM. Ia mengungkapkan penerapan MBKM kembali kepada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam agar dapat lebih kreatif dan inovatif dalam mendesain pelaksanaan MBKM sesuai dengan kebutuhan saat ini dan masa mendatang. Adapun desain pelaksanaan MBKM harus melihat pada kompetensi yang ingin dicapai oleh mahasiwa. Guna mendukung hal tersebut Nurhuda mengatakan perlunya disusun buku pedoman mahasiswa yang bersifat dinamis dan sesuai dengan perkembangan dunia kerja. 

Selepas paparan materi, acara kemudian dilanjutkan dengan FGD yang membagi peserta menjadi tiga komisi. Tiga komisi tersebut yakni pertama, Komisi Kemahasiswaan yang membahas buku Pedoman Kemahasiswaan; kedua,  Komisi Alumni yang membahas Buku Pedoman Tracer Study, serta ketiga, Komisi Kerjasama yang membahas Buku Pedoman Kerjasama.


Reporter     : Irfandi

Editor         : Dimas Prasetya

Redaktur    : Humas Bagian Umum

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…