Berita

Pekalongan - Meski diguyur hujan deras, warga Desa Kasimpar Kecamatan Petungkriyono tetap antusias mengikuti sosialisasi pengurangan risiko bencana yang diadakan oleh KKN Tematik Desa Tangguh Bencana (Destana) IAIN Pekalongan di Aula Curug Lawe pada Minggu kemaren (22/02).

Sosialisasi disampaikan langsung oleh Mohammad Ali selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan. Acara dihadiri oleh perangkat desa serta perwakilan para pengurus organisasi desa seperti Karangtaruna, Fatayat, GKJ, Komisi Warga Dewasa (KWD), Pokdarwis, IPNU & IPPNU, serta para kadus, dan tokoh masyarakat desa Kasimpar.

Koordinator Desa KKN Destana Desa Kasimpar Dwiyanto Arjun mengatakan sosialisasi pengurangan bencana dilakukan guna memberi bekal pengetahuan terhadap masyarakat akan pentingnya peran dan partisipasi masyarakat dalam pengurangan bencana. "Karena kita semua harus sadar akan potensi bencana yang ada dan dapat datang sewaktu-waktu, paling tidak masyarakat bisa bersama-sama sadar akan pentingnya resiko bencana di Desa Kasimpar ini" ujar Arjun.

Dalam penyampaiannya Mohammad Ali mengatakan Potensi bencana di wilayah Desa Kasimpar Petungkriyono ada 3 diantaranya Tanah Longsor, Angin Kencang, dan juga Kebakaran. Ali melanjutkan, Bencana Alam yang datang tidak akan bisa dihindari oleh manusia, yang bisa dilakukan warga adalah mengurangi resikonya. Dengan cara-cara yang bisa dilakukan setiap warga seperti tidak menebang pohon sembarangan, tidak memaksakan membuat bangunan didaerah rawan longsor, serta sering melakukan penghijauan di tanah-tanah yang berpotensi longsor.

Kegiatan ini direspon baik oleh pihak desa, seperti yang dikatakan oleh Perangkat Desa Kasimpar Warso "adanya kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk masyarakat desa Kasimpar, lebih baik kita bergerak saat sebelum terjadi bencana daripada saat terjadi bencana". Warso menambahkan meski wilayah desa Kasimpar sejauh ini masih cukup aman, namun masyarakat perlu mengetahui jika bencana harus tetap diwaspadai sejak dini._(LP2M)

 

Pekalongan – Dalam rangka mengawali perkuliahan semester genap tahun akademik 2019/2020 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan menggelar kuliah umum bertajuk “Studium General dan Ngaji Bareng bersama Gus Ghofur dan Gus Baha”, dengan tema “Penguatan etos keilmuan, spiritualitas, dan karakter mahasiswa FTIK IAIN Pekalongan berwawasan moderasi Islam di era revolusi industri 4.0”.

Eksistensi jurnal di Perguruan Tinggi merupakan bagian tak terpisahkan dari iklim akademik yang terbangun. Fungsinya sebagai wadah diseminasi hasil penelitian para dosen menjadikan jurnal digadang-gadang sebagai representasi mutu dan kualitas akademik sebuah kampus, sebab bagaimanapun artikel yang bermutu dalam sebuah jurnal selalu bermula dari penelitian yang baik.

Pekalongan – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan memperoleh sertifikat ISO 21001:2018 dari Management System Certification (MSC) Global, Australia melalui PT Decra Group Indonesia. Sertifikasi ini menandakan bahwa IAIN Pekalongan sudah melakukan perbaikan dalam aspek pelayanan pendidikan. 

Page 1 of 18
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…